Pejabat yang juga anti-Zionis adalah Jenderal George Brown. Lewat siaran pers tahun 1974, Brown mengatakan: "Israel tidak lebih dari bocah Amerika yang kolokan. Setelah menguasai negara, bank, dan media massa, mereka menjadi beban militer Amerika." Karena aparat
30
politik Amerika tetap berada dalam genggaman Yahudi, tahun 1975, Jenderal Brown kembali mengatakan: "Sebagai warga negara Amerika, kami merasa begitu diremehkan. Ketika kepada delegasi Israel pada perundingan dengan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat kami mengatakan bahwa Dewan Kongres tidak mungkin akan menyetujui tuntutan-tuntutan mereka, mereka mengatakan, 'Serahkan urusan kongres itu kepada kami, kami akan dapat mengaturnya.' Setelah itu barulah kami paham bahwa mereka memang lebih tahu karena memang mereka memiliki tombol yang menghubungkan mereka dengan bank dan media massa. Bisa kita bayangkan, bagaimana harta kekayaan warga Yahudi? Seruan tersebut mengundang berbagai provokasi Zionis; bahkan seorang rabi tertinggi Yahudi di New York mengatakan bahwa akhir hidup Brown tidak akan jauh berbeda dengan pendahulu-pendahulunya. Tragisnya, provokasi Zionis itu didukung 116) oleh Presiden Gerald Ford. 117). Spiro Agnew, wakil presiden Richard Nixon, termasuk salah seorang pejabat Amerika yang anti-Yahudi. Dalam wawancara dengan wartawan Washington Star atas kefrustasian politik Amerika Serikat di Timur Tengah, Agnew mengatakan: "Separuh dari anggaran belanja Amerika Serikat telah habis untuk membantu Zionis Israel. Padahal, dana tersebut disediakan untuk proyek-proyek memperbaiki perekonomian rakyat Amerika. " Agnew pun menegaskan bahwa berkembangnya kapitalis-kapitalis Yahudi di Amerika Serikat berkat pengorbanan rakyat Amerika. Reaksi Zionis atas aksi itu adalah tersebarnya propaganda-propaganda kontra-Agnew melalui berbagai media informasi. Harian Barbara Walter mengatakan bahwa Agnew adalah musuh bangsa Semit. Tudingan yang menyebabkan dia meninggalkan pentas politik Amerika Serikat118) adalah fitnah bahwa dia telah menghindar dari kewajiban pajak. Gambaran itu memperjelas peran media massa Yahudi sebagai mata pedang yang siap menebas batang leher warga Amerika. Dengan kekuatan itu, Yahudi leluasa melancarkan programnya. Tidak ada yang berani mengungkapkan skandal-skandal Yahudi. Kalau pun ada, mereka akan dicap sebagai anti-Semit atau pro-Nazi; bahkan dapat juga di-PHK-kan jika dia seorang pejabat atau dibangkrutkan jika dia seorang pengusaha. Sekarang, yang ada hanyalah warga Amerika yang tidak dapat melihat dunia kecuali melalui media massa Yahudi dan kaum birokrat, mulai dari presiden hingga anggota kongres, yang telah kecanduan morfin Yahudi. Dalam pemilihan presiden, kepala negara bagian, atau anggota kongres, hingga wali kota atau anggota suatu organisasi, yang berlomba menjaring suara Yahudi. Jika ada kandidat yang menang, segeralah Yahudi mengklaim bahwa kemenangan itu berkat dukungannya. Begitulah cara kerja Yahudi yang selalu mendominasi Amerika.119) Bahkan, melalui buletin ElQabala 120) yang diedarkan di kalangan Zionis sendiri, Yahudi ber-komentar:
"Saudara-saudara, kita tidak lagi takut kepada siapa pun. Setelah hari ini, tidak seorang pun yang berani menggugat kedudukan kita. Jika orang-orang bodoh itu hendak menghadang kita, kita akan menghantamnya dengan media massa kita. Kita akan mengecapnya sebagai Nazi, anti-Semit, atau rasialis hingga mereka terasing dari masyarakat. Mereka akan mengasingkan diri sambil menunggu ajal. Setelah itu semua, salahkah jika kita berbangga hati? Kita telah berhasil menguasai media massa internasional, mengompas kultus bangsa-
31
bangsa serta menguasai industri- industri perfilman, radio, media penerangan, dan media massa. 121) Percayalah, kita akan mampu mengendalikan dunia. Penduduk dunia akan bertepuk tangan untuk orang-orang yang kita banggakan. Masyarakat akan menghina orang-orang yang kita lecehkan, dan masyarakat tidak akan berpikir selain apa yang tengah kita pikirkan."*
Tampilkan postingan dengan label ILUSI CERITA HOLOCHOUST. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ILUSI CERITA HOLOCHOUST. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 28 Agustus 2010
Penguasaan Yahudi atas Media Massa Internasional.
1. Di Inggris Media cetak Inggris identik dengan majalah terbesarnya, The Times, yang pertama kali terbit pada tahun 1788. Melalui prakarsa Rothschild, warga Yahudi Inggris, Zionis internasional menanam investasi besar-besaran agar The Times dapat sepenuhnya mereka kuasai, terutama bidang keredaksiannya.12). Majalah tersebut menjadi majalah Zionis tulen setelah dibeli miliuner Yahudi Australia, Robert Murdoch. Murdoch adalah penyelamat The Times dari krisis ekonomi. Sebelum dibeli Murdoch, majalah tersebut pernah dibekukan ketika ditangani oleh Thompson Int'l Company akibat krisis keuangan. Kondisi buruk tersebut menjadi sorotan publik mengingat The Times adalah aset Inggris yang setara dengan Big Bang atau Istana Buckingham. Lewat peran Murdoch, secara mutlak, Yahudi menguasai The Times 13). Lebih jauh lagi, lewat penguasaan The Times dan sekaligus The Sunday Times, Yahudi berniat menguasai The Fleet Street. Selain menguasai The Times dan The Sunday Times, Murdoch pun menguasai tiga majalah Inggris lainnya, yaitu Sun, majalah vulgar yang beroplah lebih dari 3,7 juta eksemplar per minggu, News of the World, majalah vulgar yang beroplah 4 juta eksemplar per minggu; serta City Magazine. Media massa Inggris yang juga didominasi Yahudi, diantaranya, adalah The Daily Express, The News Chronicle, The Daily Mail, The Daily Herald, The Manchester Gardian, John Paul, Yorkshire Post, Evening News, The Observer, Sunday Refere, Sunday Express, Sunday Chronicle, The Sunday Bible, The Graphic, dan lain sebagainya. Jumlah besar itu masih ditambah dengan majalah mingguan Week End yang disampaikan melalui rubrik yang lucu dan terkadang kasar sehingga oplahnya luar biasa.14). Aktivitas jurnalistik "raja" koran ini merambah Australia, Kanada, dan Amerika Serikat. Pendataan tahun 1981 menunjukkan bahwa 15 buah perusahaan pers Inggris yang berada dalam penguasaan Zionis, setiap harinya, mendistnbusikan sekitar 33 juta eksemplar koran dan majalah, baik untuk konsumen dalam negeri maupun luar negeri. Oplah sebanyak itu sama dengan separuh lebih dari jumlah penduduk Inggris yang pada saat itu berjumlah kurang lebih 58 juta jiwa.15) 2. Di Amerika Serikat Dalam setiap harinya, di Amerika Serikat terbit 1.759 jenis surat kabar yang dibaca oleh sekitar 61 juta orang, di samping 668 jenis mingguan lainnya. Jumlah sebesar itu didistribusikan ke seluruh pelosok Amerika dan luar negeri oleh sekitar 1.700 buah distributor. Separuh dari distributor itu, secara mutlak, dikuasai Yahudi. Jumlah tersebut ditambah lagi dengan majalah mingguan yang mencapai 8 ribu jenis. Dari sekian banyak media massa yang beredar, surat kabar New York Times yang terbit sejak tahun 1841, menduduki posisi paling bergengsi. Padahal, sejak tahun 1896, surat kabar tersebut dikuasai warga Yahudi, Adolf Osh, yang berhasil "menyelamatkan" surat kabar tersebut dari krisis ekonomi. Dengan harga murah, Adolf berhasil mengambil alih surat kabar tersebut dari pemiliknya, Henry Ranmond. Peringkat kedua ditempati oleh The Washington Post yang juga berada dalam dominasi Zionis. Konsumen surat kabar itu adalah jajaran pejabat penting Amerika Serikat yang berkompeten menggariskan arah dan strategi politik Amerika Serikat. Karenanya, surat kabar yang menurut data tahun 1981 beroplah sekitar 630 ribu eksemplar itu sangat besar pengaruhnya terhadap kebijaksanaan pemerintahan Amerika Serikat.
9
Di samping itu, Yahudi pun total menguasai surat kabar The Daily News, The New York Post yang menurut data tahun 1981 beroplah sekitar 740 ribu eksemplar, dan Sun Time milik William Hersett yang beristrikan Marion Devis, wanita Yahudi. Selain surat kabar, Yahudi pun menguasai Good House Keeping, majalah keluarga paling populer di Amerika. Dalam bidang seni, majalah seni dan film Vanity Fairpun tidak luput dari jangkauan Zionis. Majalah tersebut pernah memuat tanda tangan dan pernyataan 171 insan film yang mendukung kampanye calon-calon anggota kongres Amerika simpatisan Yahudi lewat bantuan material dan spiritual. Pernyataan berbentuk iklan sehalaman penuh itu berisi: "Dukungan terhadap calon-calon yang mempercayai Israel bukan untuk kepentingan Israel belaka, melainkan juga demi kepentingan bangsa dan warga negara Amerika." "Cara paling baik untuk melindungi kepentingan Amerika di Timur Tengah 16) cukup dengan memilih 50 anggota kongres yang benar-benar yakin akan perlunya eksistensi dan kelanggengan Israel. " "Kepercayaan terhadap Israel akan memperkuat Amerika Serikat. " Untuk jenis media cetak mingguan, Time dan News Week merupakan majalah yang berpengaruh dan merajai pasaran informasi Amerika, bahkan dunia. News Week, yang menurut data tahun 1981 beroplah 3 juta eksemplar, mulai terbit tahun 1933 dan dominasi Yahudi baru mulai tahun 1937. Dominasi Yahudi untuk majalah Time, yang menurut data tahun 1981 setiap minggunya beroplah 4,5 juta eksemplar ini, disalurkan lewat pemiliknya, John Mair serta puluhan warga Yahudi yang disebarkan di setiap biro dan seksi. Tidak ketinggalan, Robert Murdoch pun mengembangkan sayapnya ke Amerika lewat pemilikan The New York Post serta majalah Star dan New York Magazine. 17) Perhatian Yahudi pun diarahkan pada surat kabar bisnis dan ekonomi, misalnya lewat penyimpanan saham di Business Week, majalah yang mempengaruhi para pengusaha dan pakar-pakar moneter dunia. Di Chicago, Yahudi berhasil menguasai harian terkenal Chicago Sun Times yang menurut data tahun 1981 mencapai oplah lebih dari 670 ribu eksemplar, dan di Arizona mereka berhasil menguasai Arizona News.19). Di bidang sains, Zionis berhasil menguasai majalah i1miah National Geographic 20) yang menurut data tahun 1981 mencapai oplah 11 juta eksemplar. 3. Di Perancis Imigran Yahudi di Perancis yang tidak lebih dari 700 ribu jiwa berhasil menanamkan pengaruh Zionis pada sebagian besar aktivitas politik dan ekonomi Perancis, terutama melalui media massa yang mereka kuasai. Novocayer dan "Buku-Buku Baru" adalah majalah Perancis terkenal yang dimiliki warga Yahudi berkebangsaan Inggris, James Gold Smith. Majalah The Express pun mereka gunakan untuk sarana propaganda menentang presiden terdahulu, Valery Giscard Destan. Salah satu nomor terbitannya sempat menggegerkan pentas politik dunia ketika cover majalah tersebut memajang gambar Presiden Destan dalam mimik muka yang gembur dan mengekspresikan kelemahan sekaligus kepikunan. Sedangkan di hadapannya berdiri Francois Mitterrand yang digambarkan dalam profil yang penuh vitalitas. llustrasi tersebut dimaksudkan untuk menggeser kedudukan Destan karena Perancis memerlukan pemimpin yang penuh vitalitas seperti Mitterrand. Lebih jelas lagi, pengaruh Zionis terhadap media massa Perancis dapat kita lihat pada surat kabar Luvigaro dan Le Cutidia.21)
10
Dominasi Yahudi tidak hanya terbatas pada surat kabar politik, tetapi juga merambah harian dan mingguan sosial, ekonomi, dan seni. Majalah "Keluarga Buruh"22) adalah salah satu contoh yang memuat sudut pandang Yahudi dalam masalah ketenagakerjaan. Surat kabar Franck Sewar pun telah terbuka untuk ide-ide Zionis,23) terutama dalam hal aktivitas politik Perancis pada masa sepuluh tahun sebelum Perang Dunia II. Media massa lain yang dikelola oleh Yahudi adalah harian "Bangsa" yang dimiliki Lion Blum24) dan harian "Mesa" dengan supervisor warga Yahudi, Durkrills. "Mass" adalah harian yang paling antusias dan simpatisan Zionis. Dalam harian tersebut, warga Yahudi diberi kebebasan mengungkapkan idenya dan meneriakkan keinginan untuk menerbitkan harian khusus bangsa Yahudi. Sebuah artikel tulisan Max Nordaw yang dimuat dalam salah satu nomor terbitannya mengatakan: "Kami bukan bangsa Jerman, Inggris, atau Perancis. Identitas kami jelas dan popular, yaitu bangsa Yahudi. Keyakinan mereka yang Masehi berbeda dengan keyakinan kami. Kami bangsa yang mandiri. Hertzl telah lama menjelaskannya kepada mereka. Untuk kami, kami keberatan jika mesti menyelam dalam cangkir kecil mereka .... " Klimaks pengaruh Yahudi tercapai ketika mereka berhasil mempengaruhi pemerintah agar membreidel harian tandingan milik Bellow Bouax sekaligus memenjarakan peniiliknya dengan alasan harian tersebut, pada 12 Desember 1939, telah memuat artikel anti-Yahudi. Dalam perkembangannya, Yahudi semakin memperketat kontrol dan dominasinya atas media cetak dunia agar dengan mudah mereka memuat program memasyarakatkan dekadensi moral, prostitusi, dan kebobrokan lainnya. Hal yang penting lagi, mereka memperalat media massa sebagai pengarah politik untuk mengejar target keji mereka sehingga informasi-informasi yang berhubungan dengan Islam dapat mereka sumbat. Kenyataan sekarang menunjukkan bahwa masyarakat dunia telah kecanduan menerima media massa yang disebarkan Yahudi yang mengeksploitasi artis-artis Hollywood. Sementara, jika disodori berita-berita yang menyangkut Islam, media massa tersebut akan bungkam dan pura-pura tidak tahu walaupun ratusan, bahkan ribuan, kaum muslimin tengah dibantai.25) Contoh aktual adalah menyangkut tragedi di Palestine dan Lebanon. Walaupun umat Islam di Palestine siang malam dikejar dan dibantai atau masyarakat pendudukan Israel di Lebanon, Palestina, Dataran Tinggi Golan, Tepi Barat Sungai Yordan, serta Gurun Sinai tengah dianiaya, kita tidak akan melihat berita tersebut menjadi berita utama; yang ada hanya catatan kecil di kotak kolom pinggiran.26)
Sementara itu, di Palestina sendiri, orang-orang yang pantas disebut gembong teroris, seperti Begin, Rabin, dan Shamir, walaupun terlibat dalam berbagai kasus kriminal, beritanya tidak pernah dimuat dalam media massa dunia, bahkan dalam media massa Islam sendiri. Padahal, masyarakat muslim Philipina tengah berjuang melawan Salibisme. Di India, warga Hindu membangkitkan kembali gerakan anti-Islam sehingga kaum muslim dibunuh dan mayatnya dilemparkan ke kandang babi serta masjid Babri yang dibangun pada abad VIII dihancurkan. Masih di India, ribuan kaum muslimin Asam tidak luput dari pembantaian karena dianggap menghambat kekhusyukan penyembahan mereka terhadap sapi, kayu, dan batu. Muslimin Uganda pun merasakan kebengisan teroris-teroris Nasrani internasional yang menodai para wanita serta menelantarkan orang tua dan anak-anak sehingga mereka mati kelaparan. Di Bosnia- Herzegovina (saat buku ini diterjemahkan, pent.), lewat siaran berbahasa Indonesia pada pukul 17.45 dari radio Jerman Deutch Welle, kami mendengar sebanyak 30 sampai 50 ribu wanita Bosnia, mulai dari anak-anak usia 7 tahun hingga wanita usia 80 tahun, telah dinodai oleh tentara Serbia. Cara seperti itu mereka lakukan dengan alasan untuk mengubah susunan demografi di negara bekas kekuasaan Tito itu. Setelah muslimah-muslimah itu mengandung mereka menebak jenis kelamin bayi yang akan lahir. Untuk membuktikan tebakannya, dengan sangat biadab, mereka membelah perut sang ibu. Jika tebakan mereka
11
tepat, kepala sang bayi langsung dipenggal, jika salah, kepala bayi dan ibunya dicincang. Di Thailand, Myanmar, Pattani, Eritria, Ethiopia, Cyprus, Kashmir, Chad, Madagaskar, Nigeria, Sinegal, dan lain-lainnya, jiwa kaum muslimin sudah tidak ada harganya lagi. Tragisnya, berita-berita tentang mereka, belum dianggap layak dimuat oleh media massa internasional. Dalam program kerjanya, para pemimpin Zionis mengatakan: "Media massa pemerintah merupakan potensi yang harus kita kuasai untuk mempengaruhi opini publik. Karena para pemimpin tidak mampu memanfaatkannya, potensi tersebut jatuh ke tangan kita. Melalui media massa kita akan terus menanamkan pengaruh tanpa kita harus terjun langsung ....
9
Di samping itu, Yahudi pun total menguasai surat kabar The Daily News, The New York Post yang menurut data tahun 1981 beroplah sekitar 740 ribu eksemplar, dan Sun Time milik William Hersett yang beristrikan Marion Devis, wanita Yahudi. Selain surat kabar, Yahudi pun menguasai Good House Keeping, majalah keluarga paling populer di Amerika. Dalam bidang seni, majalah seni dan film Vanity Fairpun tidak luput dari jangkauan Zionis. Majalah tersebut pernah memuat tanda tangan dan pernyataan 171 insan film yang mendukung kampanye calon-calon anggota kongres Amerika simpatisan Yahudi lewat bantuan material dan spiritual. Pernyataan berbentuk iklan sehalaman penuh itu berisi: "Dukungan terhadap calon-calon yang mempercayai Israel bukan untuk kepentingan Israel belaka, melainkan juga demi kepentingan bangsa dan warga negara Amerika." "Cara paling baik untuk melindungi kepentingan Amerika di Timur Tengah 16) cukup dengan memilih 50 anggota kongres yang benar-benar yakin akan perlunya eksistensi dan kelanggengan Israel. " "Kepercayaan terhadap Israel akan memperkuat Amerika Serikat. " Untuk jenis media cetak mingguan, Time dan News Week merupakan majalah yang berpengaruh dan merajai pasaran informasi Amerika, bahkan dunia. News Week, yang menurut data tahun 1981 beroplah 3 juta eksemplar, mulai terbit tahun 1933 dan dominasi Yahudi baru mulai tahun 1937. Dominasi Yahudi untuk majalah Time, yang menurut data tahun 1981 setiap minggunya beroplah 4,5 juta eksemplar ini, disalurkan lewat pemiliknya, John Mair serta puluhan warga Yahudi yang disebarkan di setiap biro dan seksi. Tidak ketinggalan, Robert Murdoch pun mengembangkan sayapnya ke Amerika lewat pemilikan The New York Post serta majalah Star dan New York Magazine. 17) Perhatian Yahudi pun diarahkan pada surat kabar bisnis dan ekonomi, misalnya lewat penyimpanan saham di Business Week, majalah yang mempengaruhi para pengusaha dan pakar-pakar moneter dunia. Di Chicago, Yahudi berhasil menguasai harian terkenal Chicago Sun Times yang menurut data tahun 1981 mencapai oplah lebih dari 670 ribu eksemplar, dan di Arizona mereka berhasil menguasai Arizona News.19). Di bidang sains, Zionis berhasil menguasai majalah i1miah National Geographic 20) yang menurut data tahun 1981 mencapai oplah 11 juta eksemplar. 3. Di Perancis Imigran Yahudi di Perancis yang tidak lebih dari 700 ribu jiwa berhasil menanamkan pengaruh Zionis pada sebagian besar aktivitas politik dan ekonomi Perancis, terutama melalui media massa yang mereka kuasai. Novocayer dan "Buku-Buku Baru" adalah majalah Perancis terkenal yang dimiliki warga Yahudi berkebangsaan Inggris, James Gold Smith. Majalah The Express pun mereka gunakan untuk sarana propaganda menentang presiden terdahulu, Valery Giscard Destan. Salah satu nomor terbitannya sempat menggegerkan pentas politik dunia ketika cover majalah tersebut memajang gambar Presiden Destan dalam mimik muka yang gembur dan mengekspresikan kelemahan sekaligus kepikunan. Sedangkan di hadapannya berdiri Francois Mitterrand yang digambarkan dalam profil yang penuh vitalitas. llustrasi tersebut dimaksudkan untuk menggeser kedudukan Destan karena Perancis memerlukan pemimpin yang penuh vitalitas seperti Mitterrand. Lebih jelas lagi, pengaruh Zionis terhadap media massa Perancis dapat kita lihat pada surat kabar Luvigaro dan Le Cutidia.21)
10
Dominasi Yahudi tidak hanya terbatas pada surat kabar politik, tetapi juga merambah harian dan mingguan sosial, ekonomi, dan seni. Majalah "Keluarga Buruh"22) adalah salah satu contoh yang memuat sudut pandang Yahudi dalam masalah ketenagakerjaan. Surat kabar Franck Sewar pun telah terbuka untuk ide-ide Zionis,23) terutama dalam hal aktivitas politik Perancis pada masa sepuluh tahun sebelum Perang Dunia II. Media massa lain yang dikelola oleh Yahudi adalah harian "Bangsa" yang dimiliki Lion Blum24) dan harian "Mesa" dengan supervisor warga Yahudi, Durkrills. "Mass" adalah harian yang paling antusias dan simpatisan Zionis. Dalam harian tersebut, warga Yahudi diberi kebebasan mengungkapkan idenya dan meneriakkan keinginan untuk menerbitkan harian khusus bangsa Yahudi. Sebuah artikel tulisan Max Nordaw yang dimuat dalam salah satu nomor terbitannya mengatakan: "Kami bukan bangsa Jerman, Inggris, atau Perancis. Identitas kami jelas dan popular, yaitu bangsa Yahudi. Keyakinan mereka yang Masehi berbeda dengan keyakinan kami. Kami bangsa yang mandiri. Hertzl telah lama menjelaskannya kepada mereka. Untuk kami, kami keberatan jika mesti menyelam dalam cangkir kecil mereka .... " Klimaks pengaruh Yahudi tercapai ketika mereka berhasil mempengaruhi pemerintah agar membreidel harian tandingan milik Bellow Bouax sekaligus memenjarakan peniiliknya dengan alasan harian tersebut, pada 12 Desember 1939, telah memuat artikel anti-Yahudi. Dalam perkembangannya, Yahudi semakin memperketat kontrol dan dominasinya atas media cetak dunia agar dengan mudah mereka memuat program memasyarakatkan dekadensi moral, prostitusi, dan kebobrokan lainnya. Hal yang penting lagi, mereka memperalat media massa sebagai pengarah politik untuk mengejar target keji mereka sehingga informasi-informasi yang berhubungan dengan Islam dapat mereka sumbat. Kenyataan sekarang menunjukkan bahwa masyarakat dunia telah kecanduan menerima media massa yang disebarkan Yahudi yang mengeksploitasi artis-artis Hollywood. Sementara, jika disodori berita-berita yang menyangkut Islam, media massa tersebut akan bungkam dan pura-pura tidak tahu walaupun ratusan, bahkan ribuan, kaum muslimin tengah dibantai.25) Contoh aktual adalah menyangkut tragedi di Palestine dan Lebanon. Walaupun umat Islam di Palestine siang malam dikejar dan dibantai atau masyarakat pendudukan Israel di Lebanon, Palestina, Dataran Tinggi Golan, Tepi Barat Sungai Yordan, serta Gurun Sinai tengah dianiaya, kita tidak akan melihat berita tersebut menjadi berita utama; yang ada hanya catatan kecil di kotak kolom pinggiran.26)
Sementara itu, di Palestina sendiri, orang-orang yang pantas disebut gembong teroris, seperti Begin, Rabin, dan Shamir, walaupun terlibat dalam berbagai kasus kriminal, beritanya tidak pernah dimuat dalam media massa dunia, bahkan dalam media massa Islam sendiri. Padahal, masyarakat muslim Philipina tengah berjuang melawan Salibisme. Di India, warga Hindu membangkitkan kembali gerakan anti-Islam sehingga kaum muslim dibunuh dan mayatnya dilemparkan ke kandang babi serta masjid Babri yang dibangun pada abad VIII dihancurkan. Masih di India, ribuan kaum muslimin Asam tidak luput dari pembantaian karena dianggap menghambat kekhusyukan penyembahan mereka terhadap sapi, kayu, dan batu. Muslimin Uganda pun merasakan kebengisan teroris-teroris Nasrani internasional yang menodai para wanita serta menelantarkan orang tua dan anak-anak sehingga mereka mati kelaparan. Di Bosnia- Herzegovina (saat buku ini diterjemahkan, pent.), lewat siaran berbahasa Indonesia pada pukul 17.45 dari radio Jerman Deutch Welle, kami mendengar sebanyak 30 sampai 50 ribu wanita Bosnia, mulai dari anak-anak usia 7 tahun hingga wanita usia 80 tahun, telah dinodai oleh tentara Serbia. Cara seperti itu mereka lakukan dengan alasan untuk mengubah susunan demografi di negara bekas kekuasaan Tito itu. Setelah muslimah-muslimah itu mengandung mereka menebak jenis kelamin bayi yang akan lahir. Untuk membuktikan tebakannya, dengan sangat biadab, mereka membelah perut sang ibu. Jika tebakan mereka
11
tepat, kepala sang bayi langsung dipenggal, jika salah, kepala bayi dan ibunya dicincang. Di Thailand, Myanmar, Pattani, Eritria, Ethiopia, Cyprus, Kashmir, Chad, Madagaskar, Nigeria, Sinegal, dan lain-lainnya, jiwa kaum muslimin sudah tidak ada harganya lagi. Tragisnya, berita-berita tentang mereka, belum dianggap layak dimuat oleh media massa internasional. Dalam program kerjanya, para pemimpin Zionis mengatakan: "Media massa pemerintah merupakan potensi yang harus kita kuasai untuk mempengaruhi opini publik. Karena para pemimpin tidak mampu memanfaatkannya, potensi tersebut jatuh ke tangan kita. Melalui media massa kita akan terus menanamkan pengaruh tanpa kita harus terjun langsung ....
DOMINASI YAHUDI ATAS MEDIA MASSA INTERNASIONAL DALAM
catatan sejarah, di mana pun dan kapan pun, orang-orang Yahudi menjadi objek kebencian karena mereka dikenal piawai memonopoli sumber-sumber ekonomi terpenting. Sejak dahulu, kepribadian bangsa Yahudi memuakkan, tidak lebih merupakan simbol segala kesialan di kalangan mayoritas masyarakat Eropa. Para sastrawan selalu "meminjam" objek seorang Yahudi dalam karyanya untuk melukiskan kebencian. Bahkan, William Shakespeare, seorang pujangga Inggris, dalam salah sebuah puisinya menampilkan Scheiloc sebagai tokoh Yahudi tulen yang rakus, licik, busuk, dan pendendam. Lalu, bagaimana bangsa Yahudi berhasil mencuci otak masyarakat internasional, khususnya bangsa Amerika dan Eropa, hingga gambaran dekil orang Yahudi yang kikir, jelek, busuk, haus darah, egois, dan pengecut dapat berubah menjadi sosok yang cerdas, pemberani, jenius, tekun, kreatif, pakar, dan penuh cita-cita? Itulah kondisi yang harus diwaspadai setiap orang. Pada dasarnya, keberhasilan bangsa Yahudi tidaklah datang tiba-tiba, tetapi lebih merupakan hasil perjuangan panjang dan kerja keras, setelah melalui perencanaan matang. Lagi pula mereka tahu benar bahwa satu-satunya jalan untuk memperbaiki citra di hadapan masyarakat internasional adalah dengan mendominasi media massa internasional. Pada tahun 1869, seorang rabi Yahudi, Rashoron, dalam suatu khutbahnya di kota Braga mengungkapkan betapa pentingnya media massa tersebut hingga dia mengatakan, "Jika emas merupakan kekuatan pertama kita untuk mendominasi dunia, maka dunia jurnalistik merupakan kekuatan kedua bagi kita." Konferensi Zionis pertamal di Swiss pada tahun 1897 yang dipimpin oleh Theodor Herzl merupakan titik awal perubahan terpenting. Dalam kesempatan itu, masyarakat Yahudi mendiskusikan bahwa cita-cita mendirikan negara Israel Raya tidak akan terwujud tanpa pengubahan atas media massa. Realisasinya, rencana-rencana bidang publisistik, mereka tuangkan dalam Rencana Kerja Pemimpin-pemimpin Zionis nomor 12 berikut ini. Pertama, menguasai dunia pers dan mengendalikannya. Kedua, tidak memberi kesempatan kepada media massa non-Yahudi yang memuat gagasan-gagasan anti-Yahudi. Ketiga, melakukan sensor ketat sebelum berita disiarkan. Keempat, menerbitkan berbagai macam media massa untuk mendukung kelompok masyarakat aristokrat, republikan, revolusioner, hingga kelompok anarki. Kelima, mempengaruhi opini pubhk saat diperlukan sekaligus meredam gejolak yang timbul. Keenam, memberikan dorongan kepada orang-orang jenius untuk mengendalikan media massa yang beroplah besar, khususnya pers anti-Yahudi. Jika suatu saat orang-orang tersebut menunjukkan gejala-gejala tidak setia, skandal-skandalnya akan dibongkar. Hal itu sekaligus merupakan pelajaran bagi yang lainnya.
ILUSI CERITA HOLOCHOUST
“If you tell a lie big enough and keep repeating it, people will eventually come to believe it.”Sebarkan berita kebohongan secara terus menerus, kemas dengan cara yang terbagus, niscaya ia akan menjadi kebenaran.
“Hai dunia, apakah kalian percaya akan adanya UFO? percayakah kalian dengan monster LOCHNES? masihkah kalian percaya kalau Neil Amsstrong orang Amerika pertama menginjakan kakinya di bulan?............Masikah percaya kalau Ossama yang meledakan WTC? dan bagaimana dengan HOLOCHOUST?, ”Tahukah kalian HOLOCHOUST adalah buktinya kepintaran orang-orang yahudi dalam membuat cerita ILUSI, bahkan sampai sekarang ini kita hampir mempercayai kalau SUPERMAN itu nyata. HOLOCOUST adalah propaganda yang sempurna untuk menarik keprihatinan dunia terhadap kaum Yahudi. Tahukah kalian kaum Yahudi adalah kaum nomaden yang bergentanyangan di berbagai penjuru bumi ini, kaum yang tak memiliki tanah apalagi sebuah bangsa, kaum yang telah mensia-siakan diri mereka sendiri,kaum yang telah membunuh para nabinya dan akhirnya Tuhanpun melaknatnya. Mereka tinggal di sekitar kita dengan menguasai perekonomian kita, memperdaya para pemimpin kita serta memecah persatuan kita, itulah yang telah mereka lakukan pada Jerman dan seluruh Negara di bumi ini.”
“ Ilusi HOLOCHOUST hanyalah harapan kaum Yahudi untuk mempunyai suatu sepetak tanah, akhirnya duniapun luluh dengan cerita Ilusi HOLOCHOUST, Rakyat Palestina yang merupakan jajahan Inggris di tendang dari tanah mereka,perlahan-lahan tapi pasti kaum Yahudi menempati rumah-rumah dan perkebunan rakyat Palestina. Inggris harus iktut bertanggung jawab atas terusirnya rakyat Palestina dari tanahnya karena mereka adalah sekutu kaum Yahudi.”
“ Mereka mengatakan Hitler akan menguasai dunia, tapi mereka salah besar dengan pikiran mereka sendiri, Hitler tak punya rencana untuk menyerang Amerika Latin, tak punya rencana menyerang ASIA, menguasai AFRIKA apalagi menguasai Dunia yang begitu luas ini. Hitler menyerang Perancis hanya untuk menegur bangsa itu untuk tidak memeras bangsa Jerman, untuk tidak menginjak-injak harga diri bangsa jerman. Hitler menyerang Rusia Karena benci terhadap Komunisme dan menyerang Inggris karena mereka sekutu besar Yahudi, kalau Amerika Serikat tidak terlalu jauh akan ku hancurkan juga bangsa itu karena pusat kekuatan kaum Yahudi berada disana, karena Amerika adalah sekutu abadi kaum Yahudi.”
“ Dari manakah dunia memperpercayai Ilusi HOLOCHOUST? Karena dunia kita ini terlalu banyak menonton film, terlalu banyak membaca buku-buku yang menghasut,terlalu percaya dengan cerita-cerita seram dari yang katanya korban HOLOCHOUST yang selamat. Dunia terlalu percaya dengan bukti-bukti korban yang di temukan di kuburan masal, Aku sendiri tak tahu dari mana mereka mengumpulkan mayat-mayat itu, tapi menurutku, mereka mengumpulkan dari mayat prajurit ataupun penduduk korban perang yang banyak berserakan pada saat itu, karena orang-orang tak sempat lagi menguburkannya. Kamp-kamp tawanan tentara, mereka/kaum yahudi ilusikan sebagai kamp kosentrasi pembunuhan, 3-5 juta orang yahudi telah di bantai oleh Hitler……Lucu….Lucu…..aku hanya tertawa mendengar jumlah yang fantastis itu, darimana aku bisa mengumpulkan orang yahudi sebanyak itu di Eropa, sedangkan orang Yahudi tidaklah lebih dari 1,5 juta orang di seluruh Eropa. Apakah Hitler telah menguasai Eropa? Belum.”
“Hai dunia, apakah kalian percaya akan adanya UFO? percayakah kalian dengan monster LOCHNES? masihkah kalian percaya kalau Neil Amsstrong orang Amerika pertama menginjakan kakinya di bulan?............Masikah percaya kalau Ossama yang meledakan WTC? dan bagaimana dengan HOLOCHOUST?, ”Tahukah kalian HOLOCHOUST adalah buktinya kepintaran orang-orang yahudi dalam membuat cerita ILUSI, bahkan sampai sekarang ini kita hampir mempercayai kalau SUPERMAN itu nyata. HOLOCOUST adalah propaganda yang sempurna untuk menarik keprihatinan dunia terhadap kaum Yahudi. Tahukah kalian kaum Yahudi adalah kaum nomaden yang bergentanyangan di berbagai penjuru bumi ini, kaum yang tak memiliki tanah apalagi sebuah bangsa, kaum yang telah mensia-siakan diri mereka sendiri,kaum yang telah membunuh para nabinya dan akhirnya Tuhanpun melaknatnya. Mereka tinggal di sekitar kita dengan menguasai perekonomian kita, memperdaya para pemimpin kita serta memecah persatuan kita, itulah yang telah mereka lakukan pada Jerman dan seluruh Negara di bumi ini.”
“ Ilusi HOLOCHOUST hanyalah harapan kaum Yahudi untuk mempunyai suatu sepetak tanah, akhirnya duniapun luluh dengan cerita Ilusi HOLOCHOUST, Rakyat Palestina yang merupakan jajahan Inggris di tendang dari tanah mereka,perlahan-lahan tapi pasti kaum Yahudi menempati rumah-rumah dan perkebunan rakyat Palestina. Inggris harus iktut bertanggung jawab atas terusirnya rakyat Palestina dari tanahnya karena mereka adalah sekutu kaum Yahudi.”
“ Mereka mengatakan Hitler akan menguasai dunia, tapi mereka salah besar dengan pikiran mereka sendiri, Hitler tak punya rencana untuk menyerang Amerika Latin, tak punya rencana menyerang ASIA, menguasai AFRIKA apalagi menguasai Dunia yang begitu luas ini. Hitler menyerang Perancis hanya untuk menegur bangsa itu untuk tidak memeras bangsa Jerman, untuk tidak menginjak-injak harga diri bangsa jerman. Hitler menyerang Rusia Karena benci terhadap Komunisme dan menyerang Inggris karena mereka sekutu besar Yahudi, kalau Amerika Serikat tidak terlalu jauh akan ku hancurkan juga bangsa itu karena pusat kekuatan kaum Yahudi berada disana, karena Amerika adalah sekutu abadi kaum Yahudi.”
“ Dari manakah dunia memperpercayai Ilusi HOLOCHOUST? Karena dunia kita ini terlalu banyak menonton film, terlalu banyak membaca buku-buku yang menghasut,terlalu percaya dengan cerita-cerita seram dari yang katanya korban HOLOCHOUST yang selamat. Dunia terlalu percaya dengan bukti-bukti korban yang di temukan di kuburan masal, Aku sendiri tak tahu dari mana mereka mengumpulkan mayat-mayat itu, tapi menurutku, mereka mengumpulkan dari mayat prajurit ataupun penduduk korban perang yang banyak berserakan pada saat itu, karena orang-orang tak sempat lagi menguburkannya. Kamp-kamp tawanan tentara, mereka/kaum yahudi ilusikan sebagai kamp kosentrasi pembunuhan, 3-5 juta orang yahudi telah di bantai oleh Hitler……Lucu….Lucu…..aku hanya tertawa mendengar jumlah yang fantastis itu, darimana aku bisa mengumpulkan orang yahudi sebanyak itu di Eropa, sedangkan orang Yahudi tidaklah lebih dari 1,5 juta orang di seluruh Eropa. Apakah Hitler telah menguasai Eropa? Belum.”
Langganan:
Postingan (Atom)