Maktabah Abu Salma al-Atsari
ABDULLAH BIN SABA’ TOKOH YAHUDI “PENCIPTA” GOLONGAN SYI’AH
Idelogi Ibnu Saba’ dan Berbagai Kesesatannya
Dibawah ini disebutkan hal-hal urgen yang menjadi ideologi Ibnu Saba’ dimana ia membawa dan meyakinkan pengikutnya pada masalah-masalah tersebut. Demikianlah ideologi sesat ini menyusup ke dalam sekte-sekte Syi’ah. Sedang motivasi kami menggelar ideologi Yahudi ini dari kitab-kitab dan riwayat mereka tentang imam-imam yang ma’sum di kalangan mereka oleh karena mereka mengatakan :
a. Percaya kepada ismah para imam menjadikan hadist-hadist yang berasal dari mereka shahih/benar, tanpa mengahruskan bersambungnya sanad tersebut dengan Nabi Sholallohu ‘alaihi was Salam, sebagaimana hal itu berlaku di kalangan ahli sunnah (lihat Tarikhul Imamah, hal : 158).
b. Karena iamam di kalangan Imamiah adalah ma’sum, maka tidak ada keraguan sedikitpun terhadap apa yang ia ucapkan (lihat Tarikhul Imamiah, hal : 140)
c. Al-Mamaqani berkata : ”Semua hadits kamu mutlak berasal dari Imam yang ma’sum.” (lihat Tanhiqul Maqol, jilid I/17). Kitab Al-Mamaqani termasuk diantara kitab-kitab jarh dan ta’dil yang paling urgen di kalangan syi’ah. Setelah penjelasan-penjelasan ini, yang mengharuskan satu kaum untuk menerima kabar-kabar yang diriwayatkan dalam karangan-karangan mereka, maka akan kami sebutkan kesesatan-kesesatan utama yang disebarluaskan oleh Abdullah bin Saba’, yaitu :
1. Ia adalah orang pertama yang berpendapat tentang adanya wasiat Rasululloh Sholallohu ‘alaihi was Salam untuk Ali, yaitu bahwa Ali adalah penggantinya atas ummatnya setelah beliau berdasarkan nash.
2. Ia adalah orang pertama yang menunjukkan sikap ‘bebas diri’ terhadap musuh-musuh Ali –menurut anggapannya- dan menyatakan resistansi terhadap para penentangnya serta mengkafirkan mereka. Bukti akan kebenaran ungkapan tersebut berasal dari buku sejarah berdasarkan riwayat An-Nubakhti, Al-Kasyi, Al-Mamaqani, At-Tasturi dan para sejarawan Syi’ah lainnya.
3. Ia adalah orang pertama yang mengatakan tentang ke-Tuhanan Ali radiallohu ‘anhu
4. Ia adalah orang pertama yang mendakwahkan kenabian dari sekte-sekte Syi’ah yang ekstrim (ghulat). Sebagai bukti adalah apa yang diriwayatkan Al-Kasyi dengan sanadnya dari Muhammad bin Quluwaith Al-Qummi. Abu Salma 2 dari 6 23/03/2007
5. Ia adalah orang pertama yang mengada-adakan pendapat mengenai kembalinya Ali ke dunia setelah wafatnya dan tentang kembalinya Rasululloh Sholallohu ‘alaihi was Salam. Petama kali ia mengutarakan pendapatnya secara nyata adalah ketika ia di Mesir. Ia berkata : “Adalah sangat mengherankan jika orang menganggap bahwa Isa kelak akan kembali, namun mendustakan kembalinya Muhammad sholallohu ‘alaihi was Salam. Sedang Alloh berfirman : “Sesungguhnya Alloh yang mewajibkan (pelaksanaan hukum0hukum) Al-Qur’an atasmu, pasti akan mengembalikanmu ke tempat kembali.” Maka, dengan denikian, Muhammad lebih berhak untuk kembali ke dunia daripada Isa.
Ucapannya itu bisa ditermia. Ia meletakkan dasar-dasar raj’ah (kehidupan kembali setelah mati) bagi mereka, maka mereka mulai memperbincangkannya. (lihat Tarikh Dimasyq nomor 602, dalam terjemahan Abdullah bin Saba’, juga dalam Tahzib Tarikh Dimasyq oleh Ibnu Badran jilid V/428).
6. Ibnu Saba’ yang beragama Yahudi itu mendakwahkan, bahwa Ali adalah binatang yang akan keluar dari perut bumi dan sesungguhnya dialah yang menciptakan makhluk dan mebagi-bagikan rizki.
7. Kaum Sabaiah berkata : “Mereka sebenarnya tidak mati, melainkan terbang setelah kematian mereka dan mereka dinamakan Ath-Thoyyaroh (yang berterbangan). Ibnu Thahir Al-Maqdisi berkata : “Sesungguhnya golongan Sabiah dinamakan Thoyarroh. Mereka menganggap diri mereka tidak mati, dan kematian mereka tidak lain adalah terbangnya diri mereka dalam gelapnya malam. Nama ini dipergunakan oleh Imam Jarh wat ta’dil di kalangan Syi’ah untuk –‘menetapkan’- kejelekan para rawi. (lihat Majmul Bayan fi tafsiri Quran oleh Abu Ali Fadhli bin Hasan Ath-Thabrani dari ulama Syi’ah
Imamiah pada abad ke VI jilid IV, hal 234, cetakan Al-Irfan, Sidon 1355 H./1937 M. dan tafsir Al-Qummi jilid II, hal 131)
8. Suatu kamu dari golongan Sabaiah, telah berbicara tentang perpindahan ruhul qudus dalam diri para imam. Mereka menamakannya ‘reinkarnasi’.Ibnu Thahir Al=Maqdisi berkata : “Ada satu kaum diantara kaum Thoyyaroh (golongan Sabaiah) yang beranggapan, bahwa ruhul qudus terdapat dalam diri nabi, sebagaimana sebelumnya terdapat dalam diri Isa yang kemudian berpindah ke dalam diri Ali, lalu Hasan, Husain, demikian pula berpindah ke dalam diri para Imam. Umumnya mereka mengakui adanya reinkarnasi dan raj’ah.” (lihat Al-Badu wat Tarikh jilid V hal 129, cetakan 1916).
9. Kaum Sabaiah berkata : “Kami mendapat petunjuk melalui wahyu, namun banyak orang yang tersesat melalui isinya dan kami mendapat petunjuk berupa ilmu, namun tersembunyi bagi mereka.
10. Mereka bertanya : “Sesungguhnya Rasululloh Sholallhou ‘alaihi was Salam telah menyembunyikan 9/10 dari wahyu. Ocehan-ocehan omong kosong semacam itu telah disanggah oleh salah seorang Imam Ahlu Bait, yaitu Al-Hasan bin Muhammad Ibnul Hanafiah dalam risalahnya Al-Irja dan yang meriwayatkannya adalah orang-orang terpercaya di kalangan Syi’ah. Abu Salma 3 dari 6 23/03/2007 Al-Hafidz Al-Jauzajani (259 H) berkata tentang Ibnu Saba’ : “Ia beranggapan bahwa Al-Qur’an (yang ada sekarang) hanya 1 juz dari 9 juz. Dan ilmunya ada pada Ali, maka Ali melarangnya setelah menginginkannya. (lihat Al-Farqu bainal Firaq, hal : 234, ide semacam ini juga disebutkan oelh Ibnu Abil Hadid dalam Syarhu Nahjul Balagah jilid II, hal : 309)
11. Mereka juga mengatakan : “Bahwa Ali ada di langit. Petir adalah suaranya, kilat adalah cemetinya. Siapa diantara mereka yang mendengar suara petir, maka akan mengatakan : “Alaikassalam, ya Amirul Mukminin! (salam sejahtera bagimu, wahai amirul mukminin).” Asy-Syaikh Muhyiddin Abdul Hamid, telah berkomentar tentang ideology semacam ini, yaitu : “Hingga kini saya masih melihat anak-anak kecil di Kairo berlarian ketika hujan deras, sambil berteriak : “Wahai berkah Ali, melimpahlah.” (lihat Maqalatul Islamiyyin, hal : 85)
Sikap Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalih radiallohu ‘anhu dan Ahlul
Baitnya
Ali radiallohu ‘anhu, berkata : “Akan binasa sehubungan dengan diriku dua golongan manusia : Pecinta yang berlebihan, hingga kecintannya menyebabkannya menyimpang dari yang haq dan pembenci yang ceroboh, hingga kebenciannya membuatnya menyimpang dari kebenaran. Maka, sebaik-baik keadaan manusia dalam kaitannya dengan diriku adalah yang di tengah. Ikutlah yang di tengah dan ikutilah kelompok terbesar, karena sesungguhnya pertolongan Alloh beserta jamaah. (Lihat Al-Adabul Hadist oleh Umar Dasuqi, jilid II/405-406, ia adalah Muhammad bin abdul Muthalib bin wasil dari Juhainah)
Demikianlah, kehendak Alloh atas manusia sehubungan dengan Ali terbagi menjadi tiga bagian :
1. Pembenci yang ceroboh, mereka inilah yang mencelanya, bahkan sebagian dari mereka terlalu ekstrim, hingga mengkafirkannya. Seperti kaum KHAWARIJ
2. Pecinta yang berlebihan, dan kecintaannya tersebut membuatnya melewati batas, hingga menjadikannya Nabi bahkan kesesatan mereka kian meluap, hingga memper-Tuhankannya, seperti kaum SYI’AH
3. Kelompok ketiga adalah yang terbesar, mereka inilah Ahlus-Sunnah wal Jama’ah dari mulai kaum terdahulu yang saleh, hingga masa kita dewasa ini. Mereka inilah yang mencintai Ali dan keluarganya dengan cinta yang benar menurut syara’. Mereka mencintai Ali dan keluarganya adalah karena kedudukan mereka di sisi Nabi Sholallohu ‘alaihi wassalam. Kisah-kisag tentang Ali dengan kelompok pertama tersebut, telah banyak disebutkan dalam kitab-kitab sejarah, sebagaimana yang kita telah ketahui.
Abu Salma 4 dari 6 23/03/2007 Kini kita ingin mengetahui sikap Ali dan keluarganya terhadap Ibnu Saba’ dan para pengikutnya.
Ketika Ibnu Saba’ menyatakan keislamannya dan mulai menampakkan sikap ‘amar ma’ruf nahi mungkar serta berhasil menarik simpati banyak orang, maka ia mulai mendekatkan diri dan menunjukkan kecintaannya kepada Ali. Ketika kedudukannya cukup stabil, ia mulai berdusta dan menciptakan kebohongan atas diri Ali. Salah seorang tokoh besar dari golongan Tabi’in, yang wafat pada tahun 103 H., yaitu Asy-Sya’bi berkata : “Yang pertama kali melahirkan kebohongan adalah Abdullah bin Saba’. Dia telah berdusta atas nama Alloh dan Rasul-Nya.” Ali berkata : “Ada urusan apa aku dengan si jahat berkulit hitam itu (yang dimaksud adalah Ibnu Saba’), ia telah mencaci
Abu Bakar dan ‘Umar.” (lihat Tarikh Dimasyq, copy dari naskah manuskrip di lembaga manuskrip no : 302 Tarikh, biografi Abdullah bin Saba’, lihat juga Tahdzib Tarikh Ibnu Asakir jilid V hal : 430)
Ibnu Asakir meriwayatkan, bahwa ketika kabar tentang caci maki yang dilontarkan Ibnu Saba’ pada Abu Bakar dan ‘Umar sampai kepada Ali bin Abi Thalib, maka beliau memanggilnya, maka orang-orang meminta pertolongan kepadanya. Kemudian Ali berkata : “Demi Alloh, dia tidak boleh tinggal di negri yang sama denganku. Asingkanlah dia ke Madain.” (idem Tarikh Dimasyq)
Berkata Ibnu Asakir :
“Ash-Shodiq-Abu Abdillah Ja’far bin Muhammad Ash-Shodiq, lahir di Madinah Munawaroh pada tahun 83 H, dan meninggal di kota yang sama pada tahun 148 H. Beliau Imam ke VI yang ma’sum di kalangan Syi’ah, meriwayatkan dari ayah-ayahnya yang suci ,eriwayatkan dari Jabir, ia berkata : “Ketika Ali telah di bai’at, ia berkhotbah di hadapan masa, maka Abdullah bin Saba’ bangkit lalu menghampirinya sambil berkata kepadanya : “Engkau adalah binatang melata yang akan keluar dari perut bumi (salah satu tanda kiamat).
Ali berkata kepadanya : “Bertaqwalah kepada Alloh !”.
Abdullah balik berkata : “Engkaulah Sang Raja.”
Sekali lagi Ali berkata : “Bertaqwalah kepada Alloh !”.
Namun Abdullah malah menjawab : “Engkaulah yang menciptakan makhluq dan membagi-bagikan rizki.” Lalu Ali menginstruksokan agar ia segera dibunuh, maka kaum Rafidhah sempat menentang Ali dengan berkata : “Biarlah dia ! Asingkan saja ke pinggira Madain. Karena jika engkau membunuhnya di kota ini (Kufah) kawan-kawan beserta pengikutnya tentu akan menentang kita.” Maka beliau mengasingkannya ke pinggiran Madain. Disana terdapat Qaramithah dan Rafidhah. Setelah itu, berkat upaya Ibnu Saba’, maka kota Madain menjadi sentra pertemuan mereka.”
Jabir berkata : “Lalu, datang kepada Ali 11 (sebelas) orang dari kaum Sabaiah. Beliau berkata : ”Kembalilah kamu (Ali meminta agar mereka menarik kembali kata-kata mereka yang mengandung syirik) –aku adalah Ali. Abu Salma 5 dari 6 23/03/2007
Ayah dan Ibuku sudah dikenal. Aku adalah putra paman Nabi sholallohu ‘alaihi was Salam.” Mereka berkata : “Kami tidak akan kembali, tinggalkan yang memanggilmu.” Lalu Ali membakar mereka. Kuburan mereka yang berjumlah 11 di padang pasir demikian terkenal. Sisa dari mereka mengatakan kepada Ali adalah Tuhan. Mereka berpegang kepada ucapan Ibnu Abbas : “Tidak;ah diperbolehkan menyiksa dengan api, kecuali Penciptanya (Alloh –maksudnya karena anggapan mereka Ali adalah Tuhan, maka Ali berhak melakukan siksaan tersebut). (lihat Tarikh Dimasyq, manuskrip oelh Ibnu Asakir, lihat juga Tahdzib Tarikh Ibnu Asakir jilid VII/430-
431).
Sikap Pengikut Ibnu Saba’, Ketika Mendengar Terbunuhnya Amirul
Mukminin Ali bin Abi Thalib
Para pengikut Ibnu Saba’ masih belum merasa puas dengan hanya mendustakan kabar itu (terbunuhnya Ali), tetapi mereka pergi ke Kufah dengan menyiarkan kesesatan-kesesatan guru dan pemimpin mereka, Ibnu Saba’ Sa’d bin Abdullah Al-Qummi, penulis kitab Al-Maqalat wal Firaq dan orang yang sangat terpercaya di kalangan Syi’ah telah meriwayatkan, kaum Sabaiah telah berkata pada pembawa kabar tentang wafatnya Ali : “Engkau berdusta, wahai musuh Alloh. Seandainya engkau datang dengan membawa otaknya yang telah hancur serta membawa 70 orang saksi, kami tetap tidak akan mempercayaimu. Kami yakin bahwa dia tidak mati dan tidak terbunuh. Dia tidak akan mati sampai ia kelak menggiring orang-orang Arab dengan tongkatnya serta menguasai bumi.” Kemudian, sedang beberapa saat mereka pergi ke rumah Ali. Mereka minta ijin untuk masuk dengan penuh keyakinan bahwa Ali masih hidup, hingga mereka dapat memenuhi keinginan mereka untuk bertemu dengannya. Orang-orang yang menyaksikan pembunuhan terhadap Ali, yaitu keluarga, para sahabat serta putranya, mengatakan kepada para pendatang tersebut : “Subhanalloh ! Tidak tahukah kalian, bahwa Amirul Mukminin telah mati syahid ?!”
Mereka menjawab : “Kami tahu pasti, bahwa ia tidak terbunuh dan tidak mati, hingga kelak ia menggiring orang-orang Arab dengan pedang dan cemetinya, sebagaimana ia pimpin mereka dengan hujjah dan bukti nyata yang ada padanya. Sungguh ia mendengar segala bisikan yang penuh rahasia dan mengetahui apa yang ada dibawah selimut tebal. Ia demikian kemilau dalam kegelapan, sebagaimana kemilaunya pedang yang tajam.” (lihat Al-Maqalat wal Firaq oleh Sa’d bin Abdullah Al-Qummi tahun 301 H, hal : 21, cetakan : Teheran 1963 M. Tahqiq Dr. Muhammad Jawad Masykur).
Sikap Keluarga Nabi yang Mulia terhadap Ibnu Saba’
Ahlul Bait Nabi yang mulia menentang Abdullah bin Saba’, sebagaimana Ali bin Abi Thalib. Hingga mereka semua mendustakannya serta menentang ucapannya yang busuk, dan kesesatannya. Al-Kasyi meriwayatkan dengan sanadnya dari Muhammad bin Quluwaih, ia berkata : Telah diceritakan kepadaku oleh Ya’qub bin Yazid dan Muhammad bin Isa dari Ali bin Mahziar dari Fudhalah bin Ayyub Al-Azdi dari Aban bin
Ustman berkata : Aku telah mendengar Abu Abdillah radiallohu ‘anhu berkata : “Semoga Alloh mengutuk Abdullah bin Saba’, ia telah mendakwahkan adanya unsure ketuhanan dalam diri Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib. Sementara, Demi Alloh, beliau adalah orang yang sangat taat. Sungguh celaka orang yang berdusta atas nama kami dan sesungguhnya satu kaum mengatakan tentang apa yang tidak pernah kami katakana mengenai diri kami. Kami berlindung kepada Alloh dari mereka.” (lihat Rijatul Kasyi, hal : 100, Yaysan A’lami Karbala dan Tanhiqul Maqol fi Ahwalir Rijal oleh Al-
Mamaqani jilid II hal 183-184 cetakan Al-Muradhowiah 1350 H, dan Qanusur Rijal jilid V hal : 461).
Al-Kasyi meriwayatkan dengan sanadnya dari Muhammad bin Quluwaih, telah
berkata Ali bin Husain radiallohu ‘anhu : “Semoga Alloh mengutuk orang yang berdusta atas nama kami. Suatu ketika aku teringat pada Abdullah bin Saba’, tiba-tiba berdiri bulu roma di sekujur tubuhku. Ia telah mendakwahkan satu masalah besar yang sungguh tak layak diucapkannya. Semoga Alloh melaknatinya. Ali radiallohu ‘anhu adalah hamba Alloh yang saleh, seukhuwah dengan Rasululloh sholallohu ‘alaihi was Salam. Ia tidak mendapatkan kemuliaan dari Alloh, melainkan dengan ketaatannya dengan Alloh dan Rasul-Nya, sebagaimana Rasululloh sholallohu ‘alaihi was Salam
tidak memperoleh kemuliaan, melainkan dengan taatnya kepada Alloh.” Semua ini adalah riwayat Al-Kasyi yang berasal dari imam-imam Ahlul Bait.
Sebagaimana kita telah ketahui, Kitab Kasyi yang berjudul Ma’rifatun Naqihin ‘Ani aim Matish Shodiqin telah diteliti oleh Imam Syi’ah yang sangat terpercaya di kalangan mereka, yaitu Ath-Thusi yang mereka gelari Syaikhul- Thaifah (wafat tahun 460 H.). Dinukil dari buku “Abdulah bin Saba’ – Bukan Tokoh Fiktif” oleh Dr. Sya’diy Hasyimi penerbit Amarpress
http://helloowan.blogspot.com/2010/08/tokoh-yahudi-pencipta-golongan-syiah.html
Tampilkan postingan dengan label TOKOH YAHUDI “PENCIPTA” GOLONGAN SYI’AH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TOKOH YAHUDI “PENCIPTA” GOLONGAN SYI’AH. Tampilkan semua postingan
Minggu, 29 Agustus 2010
Sabtu, 28 Agustus 2010
Bisnis Seks Gaya Yahudi
Akibat keliru memahami Taurat, bangsa Yahudi dan Talmud mengklaim bahwa seluruh potensi dunia ini milik mereka. Berbagai cara mereka lakukan agar seluruh potensi itu kembali ke tangan mereka. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah mengeksploitasi kehidupan seksual. Karenanya, mereka mengorganisasi ekspor komoditi pelacur ke rumah-rumah bordil di seluruh penjuru dunia. Pada tahun 1960, organisasi pimpinan Solomo Berlshtain, anggota Partai Alabama, telah berhasil mengumpulkan kurang lebih tiga ribu orang pelacur. Kota Munich di Jerman merupakan markas besar distribusi wanita-wanita Israel untuk konsumsi negara-negara Eropa. Bisnis seperti itu telah lama ditangani oleh kalangan aristokrat Yahudi. Di Israel sendiri, bisnis seperti itu mendatangkan keuntungan yang ber-lipat ganda akibat datangnya para konglomerat untuk berlibur ke tanah Israel. Lebih dari itu, Yahudi memanfaatkan bisnis seks sebagai alat pengorek informasi rahasia kalangan birokrat. Departemen Luar Negeri Israel sengaja memanfaatkan seksual sebagai jerat, terutama untuk kalangan birokrat Afrika yang mereka undang dengan iming-iming dukungan PBB atas problematika negara masing-masing. Permisivisme yang Yahudi canangkan telah menjadikan Israel sebagai negara perusak eksistensi manusia. Di kalangan Israel sendiri, seks bebas telah menciptakan budaya seks primitif91). Tidak heran jika gadis-gadis Israel tidak sungkan berjalan-jalan dengan busana minim. Di perbatasan Arab-Israel, pasukan wanita penjaga perbatasan telah dilegalisasi untuk berbaur dengan pasukan perdamaian PBB dan pasukan darurat internasional. Mereka bertugas mengorek informasi dari setiap wakil negara. Lebih jelas lagi, majalah Hoolim Haziah mengatakan: "Jarang sekali kita menemukan perwira polisi internasional tidak memiliki teman wanita Yahudi. Mereka biasa memberikan hadiah yang dibeli dengan harga murah dari negara-negara Arab sekitarnya yang dibawa oleh petugas-petugas PBB. Dengan cara itu, informasi tentang negara Arab akan mengalir dengan mudah." Kesesatan dan kefasikan mereka bersumber pada kultus mereka kepada nabi-nabi palsu92). Selain itu, mereka pun menjadikan Taurat versi Yahudi sebagai pedoman hidup. Dalam Taurat versi mereka, Daud a.s93) digambarkan sebagai perusak kehormatan istri salah seorang perwira; salah seorang putra Daud a.s. difitnah telah menodai saudara kandungnya sendiri; bahkan mereka pun menuduh Sulaiman a.s. sebagai gigolo yang menyimpan 700 orang istri dan 300 orang wanita sebagai teman dekat.94) Taurat palsu itulah yang menyesatkan mereka sehingga kefasikan dan kedurjanaan sangat berurat berakar dalam jiwa mereka. Jelasnya, dalam mengumbar nafsu, Yahudi telah kehilangan rasa malu95).
Tidak puas jika hanya menjadi negara pengekspor dan pendistribusi pelacur, Yahudi telah menjadikan negaranya sebagai tempat mengkoordinasi pelaksanaan bisnis seks untuk negara-negara lain. Dampak negatifnya sangat dirasakan oleh negara-negara konsumen bisnis tersebut. Perancis misalnya. Perancis hanya mampu mempertahankan kedaulatan tidak lebih dari dua minggu setelah Perang Dunia II karena masyarakatnya telah kehilangan semangat
26
dan keberanian akibat mewabahnya pembancian dan dekadensi moral yang ditanamkan Yahudi di negara itu. Yahudi pun berhasil menghancurkan keluarga-keluarga Amerika lewat bisnis pelacuran. Keluarga kalangan birokrat pun tidak luput dari pengaruh bisnis Yahudi. Tahun 1908, sejak pemerintahan Franklin Delano Rooasevelt, pihak pemerintah senantiasa menyediakan wanita-wanita untuk delegasi-delegasi asing. Lebih jelas lagi, hal itu diungkapkan oleh sebuah majalah: "Di kantor Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ditemukan daftar nama dan alamat dua puluh wanita cantik yang nantinya akan dipilih untuk menghibur para politikus yang datang. Semua sesuai dengan kebutuhan dan selera. Oleh Departemen Luar Negeri, kelompok wanita itu diberi inisial sebagai "seksi cinta"." Majalah itu pun berhasil mengumpulkan daftar nama pelanggan dari kalangan elit yang terdiri atas para raja, presiden, perdana menteri, dan lain-lain. Dampak prostitusi dapat terlihat pada tumbuh suburnya kriminalitas, teror, penyelundupan, pengedaran narkotika, perkosaan, dan dekadensi moral siswa-siswa sekolah. Hal itu tidak lain akibat pengaruh promosi Yahudi dalam menafsirkan kebebasan individu. Lewat media massa, Yahudi mengatakan: "Hasil studi dan riset tingkah laku mengisyaratkan bahwa materi pelajaran seks dalam kurikulum pendidikan akan menurunkan angka kebobrokan dan penyimpangan seksual di sekolah-sekolah menengah dan perguruan tinggi."96) Ternyata, program tersebut diterima97) sehingga angka dekadensi moral melonjak akibat keinginan untuk lebih mendalami dan menerapkan perilaku hubungan suami istri. Di Skandinavia, terutama Swedia dan Denmark, sepak terjang Yahudi mengalami sukses yang gemilang. Yahudi berhasil mencapai target setelah memprogramkan pendidikan seks di sekolah-sekolah. Murid-murid sekolah memperoleh kebebasan melakukan aktivitas seksualnya sehingga akan sulit kita temukan seorang gadis yang memahami hakikat hubungan seksual pranikah. Bahkan, pemerintah Denmark melegitimasi aborsi dan adopsi bayi. Jadi, tidak mengherankan jika angka aborsi meningkat hingga mencapai 20 ribu setiap tahunnya. Tragisnya, semua pihak tidak menganggap perbuatan tersebut sebagai kesalahan. Bahkan, radio Denmark pernah menyiarkan pentingnya hubungan seksual pranikah dalam menekan angka perceraian 98). Program dekadensi moral Yahudi pun merambah ke Uni Sovyet sehingga di sana terdapat program pemerataan wanita melalui prinsip berikut, pria kaya dapat mengambil wanita tercantik, sedangkan pria miskin tidak. Karena itu, tidak boleh tidak, pemerataan seks yang mewujudkan persamaan hak dalam bidang seksual harus ada. Lebih jelasnya lagi, Marx mengatakan bahwa sistem pernikahan yang melarang wanita untuk tidak berhubungan dengan selain suaminya merupakan aturan yang mengikat, baik bagi suami maupun istri. Dengan dalih itulah, Marx memasyarakatkan undang-undang (1965) yang menghapuskan ikatan suami istri melalui perceraian gratis. Akibat hal sepele, seorang suami dapat menceraikan- istrinya tanpa harus berurusan dengan pengadilan. Sebaliknya, pengajuan nikah harus melalui proses yang berbelit-belit dan lama, hingga harus menunggu dua bulan. Karena itulah, prostitusi merajalela; dan tercapailah target Yahudi.99). Selain pemerataan seksual, di Sovyet pun terdapat pemerataan kerja sehingga kita akan menemukan wanita-wanita yang menjadi sopir bus, sopir kereta api, bahkan kuli kasar atau tukang sapu di jalan-jalan.100) Dan para suami, secara hukum, tidak diwajibkan menafkahi istri dan anak-anaknya. Dampak semua itu adalah kehancuran rumah tangga dan anak-anaklah yang menajdi korban,101).
27
Kondisi di atas, tidak terlepas dari program perendahan martabat suatu bangsa seperti yang tercantum dalam program No. 10 Yahudi ini: "Hancurkan kehidupan rumah tangga di setiap bangsa dan runtuhkan peran pendidikan di dalamnya".
Tidak puas jika hanya menjadi negara pengekspor dan pendistribusi pelacur, Yahudi telah menjadikan negaranya sebagai tempat mengkoordinasi pelaksanaan bisnis seks untuk negara-negara lain. Dampak negatifnya sangat dirasakan oleh negara-negara konsumen bisnis tersebut. Perancis misalnya. Perancis hanya mampu mempertahankan kedaulatan tidak lebih dari dua minggu setelah Perang Dunia II karena masyarakatnya telah kehilangan semangat
26
dan keberanian akibat mewabahnya pembancian dan dekadensi moral yang ditanamkan Yahudi di negara itu. Yahudi pun berhasil menghancurkan keluarga-keluarga Amerika lewat bisnis pelacuran. Keluarga kalangan birokrat pun tidak luput dari pengaruh bisnis Yahudi. Tahun 1908, sejak pemerintahan Franklin Delano Rooasevelt, pihak pemerintah senantiasa menyediakan wanita-wanita untuk delegasi-delegasi asing. Lebih jelas lagi, hal itu diungkapkan oleh sebuah majalah: "Di kantor Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ditemukan daftar nama dan alamat dua puluh wanita cantik yang nantinya akan dipilih untuk menghibur para politikus yang datang. Semua sesuai dengan kebutuhan dan selera. Oleh Departemen Luar Negeri, kelompok wanita itu diberi inisial sebagai "seksi cinta"." Majalah itu pun berhasil mengumpulkan daftar nama pelanggan dari kalangan elit yang terdiri atas para raja, presiden, perdana menteri, dan lain-lain. Dampak prostitusi dapat terlihat pada tumbuh suburnya kriminalitas, teror, penyelundupan, pengedaran narkotika, perkosaan, dan dekadensi moral siswa-siswa sekolah. Hal itu tidak lain akibat pengaruh promosi Yahudi dalam menafsirkan kebebasan individu. Lewat media massa, Yahudi mengatakan: "Hasil studi dan riset tingkah laku mengisyaratkan bahwa materi pelajaran seks dalam kurikulum pendidikan akan menurunkan angka kebobrokan dan penyimpangan seksual di sekolah-sekolah menengah dan perguruan tinggi."96) Ternyata, program tersebut diterima97) sehingga angka dekadensi moral melonjak akibat keinginan untuk lebih mendalami dan menerapkan perilaku hubungan suami istri. Di Skandinavia, terutama Swedia dan Denmark, sepak terjang Yahudi mengalami sukses yang gemilang. Yahudi berhasil mencapai target setelah memprogramkan pendidikan seks di sekolah-sekolah. Murid-murid sekolah memperoleh kebebasan melakukan aktivitas seksualnya sehingga akan sulit kita temukan seorang gadis yang memahami hakikat hubungan seksual pranikah. Bahkan, pemerintah Denmark melegitimasi aborsi dan adopsi bayi. Jadi, tidak mengherankan jika angka aborsi meningkat hingga mencapai 20 ribu setiap tahunnya. Tragisnya, semua pihak tidak menganggap perbuatan tersebut sebagai kesalahan. Bahkan, radio Denmark pernah menyiarkan pentingnya hubungan seksual pranikah dalam menekan angka perceraian 98). Program dekadensi moral Yahudi pun merambah ke Uni Sovyet sehingga di sana terdapat program pemerataan wanita melalui prinsip berikut, pria kaya dapat mengambil wanita tercantik, sedangkan pria miskin tidak. Karena itu, tidak boleh tidak, pemerataan seks yang mewujudkan persamaan hak dalam bidang seksual harus ada. Lebih jelasnya lagi, Marx mengatakan bahwa sistem pernikahan yang melarang wanita untuk tidak berhubungan dengan selain suaminya merupakan aturan yang mengikat, baik bagi suami maupun istri. Dengan dalih itulah, Marx memasyarakatkan undang-undang (1965) yang menghapuskan ikatan suami istri melalui perceraian gratis. Akibat hal sepele, seorang suami dapat menceraikan- istrinya tanpa harus berurusan dengan pengadilan. Sebaliknya, pengajuan nikah harus melalui proses yang berbelit-belit dan lama, hingga harus menunggu dua bulan. Karena itulah, prostitusi merajalela; dan tercapailah target Yahudi.99). Selain pemerataan seksual, di Sovyet pun terdapat pemerataan kerja sehingga kita akan menemukan wanita-wanita yang menjadi sopir bus, sopir kereta api, bahkan kuli kasar atau tukang sapu di jalan-jalan.100) Dan para suami, secara hukum, tidak diwajibkan menafkahi istri dan anak-anaknya. Dampak semua itu adalah kehancuran rumah tangga dan anak-anaklah yang menajdi korban,101).
27
Kondisi di atas, tidak terlepas dari program perendahan martabat suatu bangsa seperti yang tercantum dalam program No. 10 Yahudi ini: "Hancurkan kehidupan rumah tangga di setiap bangsa dan runtuhkan peran pendidikan di dalamnya".
Penguasaan Yahudi atas Media Massa Internasional.
1. Di Inggris Media cetak Inggris identik dengan majalah terbesarnya, The Times, yang pertama kali terbit pada tahun 1788. Melalui prakarsa Rothschild, warga Yahudi Inggris, Zionis internasional menanam investasi besar-besaran agar The Times dapat sepenuhnya mereka kuasai, terutama bidang keredaksiannya.12). Majalah tersebut menjadi majalah Zionis tulen setelah dibeli miliuner Yahudi Australia, Robert Murdoch. Murdoch adalah penyelamat The Times dari krisis ekonomi. Sebelum dibeli Murdoch, majalah tersebut pernah dibekukan ketika ditangani oleh Thompson Int'l Company akibat krisis keuangan. Kondisi buruk tersebut menjadi sorotan publik mengingat The Times adalah aset Inggris yang setara dengan Big Bang atau Istana Buckingham. Lewat peran Murdoch, secara mutlak, Yahudi menguasai The Times 13). Lebih jauh lagi, lewat penguasaan The Times dan sekaligus The Sunday Times, Yahudi berniat menguasai The Fleet Street. Selain menguasai The Times dan The Sunday Times, Murdoch pun menguasai tiga majalah Inggris lainnya, yaitu Sun, majalah vulgar yang beroplah lebih dari 3,7 juta eksemplar per minggu, News of the World, majalah vulgar yang beroplah 4 juta eksemplar per minggu; serta City Magazine. Media massa Inggris yang juga didominasi Yahudi, diantaranya, adalah The Daily Express, The News Chronicle, The Daily Mail, The Daily Herald, The Manchester Gardian, John Paul, Yorkshire Post, Evening News, The Observer, Sunday Refere, Sunday Express, Sunday Chronicle, The Sunday Bible, The Graphic, dan lain sebagainya. Jumlah besar itu masih ditambah dengan majalah mingguan Week End yang disampaikan melalui rubrik yang lucu dan terkadang kasar sehingga oplahnya luar biasa.14). Aktivitas jurnalistik "raja" koran ini merambah Australia, Kanada, dan Amerika Serikat. Pendataan tahun 1981 menunjukkan bahwa 15 buah perusahaan pers Inggris yang berada dalam penguasaan Zionis, setiap harinya, mendistnbusikan sekitar 33 juta eksemplar koran dan majalah, baik untuk konsumen dalam negeri maupun luar negeri. Oplah sebanyak itu sama dengan separuh lebih dari jumlah penduduk Inggris yang pada saat itu berjumlah kurang lebih 58 juta jiwa.15) 2. Di Amerika Serikat Dalam setiap harinya, di Amerika Serikat terbit 1.759 jenis surat kabar yang dibaca oleh sekitar 61 juta orang, di samping 668 jenis mingguan lainnya. Jumlah sebesar itu didistribusikan ke seluruh pelosok Amerika dan luar negeri oleh sekitar 1.700 buah distributor. Separuh dari distributor itu, secara mutlak, dikuasai Yahudi. Jumlah tersebut ditambah lagi dengan majalah mingguan yang mencapai 8 ribu jenis. Dari sekian banyak media massa yang beredar, surat kabar New York Times yang terbit sejak tahun 1841, menduduki posisi paling bergengsi. Padahal, sejak tahun 1896, surat kabar tersebut dikuasai warga Yahudi, Adolf Osh, yang berhasil "menyelamatkan" surat kabar tersebut dari krisis ekonomi. Dengan harga murah, Adolf berhasil mengambil alih surat kabar tersebut dari pemiliknya, Henry Ranmond. Peringkat kedua ditempati oleh The Washington Post yang juga berada dalam dominasi Zionis. Konsumen surat kabar itu adalah jajaran pejabat penting Amerika Serikat yang berkompeten menggariskan arah dan strategi politik Amerika Serikat. Karenanya, surat kabar yang menurut data tahun 1981 beroplah sekitar 630 ribu eksemplar itu sangat besar pengaruhnya terhadap kebijaksanaan pemerintahan Amerika Serikat.
9
Di samping itu, Yahudi pun total menguasai surat kabar The Daily News, The New York Post yang menurut data tahun 1981 beroplah sekitar 740 ribu eksemplar, dan Sun Time milik William Hersett yang beristrikan Marion Devis, wanita Yahudi. Selain surat kabar, Yahudi pun menguasai Good House Keeping, majalah keluarga paling populer di Amerika. Dalam bidang seni, majalah seni dan film Vanity Fairpun tidak luput dari jangkauan Zionis. Majalah tersebut pernah memuat tanda tangan dan pernyataan 171 insan film yang mendukung kampanye calon-calon anggota kongres Amerika simpatisan Yahudi lewat bantuan material dan spiritual. Pernyataan berbentuk iklan sehalaman penuh itu berisi: "Dukungan terhadap calon-calon yang mempercayai Israel bukan untuk kepentingan Israel belaka, melainkan juga demi kepentingan bangsa dan warga negara Amerika." "Cara paling baik untuk melindungi kepentingan Amerika di Timur Tengah 16) cukup dengan memilih 50 anggota kongres yang benar-benar yakin akan perlunya eksistensi dan kelanggengan Israel. " "Kepercayaan terhadap Israel akan memperkuat Amerika Serikat. " Untuk jenis media cetak mingguan, Time dan News Week merupakan majalah yang berpengaruh dan merajai pasaran informasi Amerika, bahkan dunia. News Week, yang menurut data tahun 1981 beroplah 3 juta eksemplar, mulai terbit tahun 1933 dan dominasi Yahudi baru mulai tahun 1937. Dominasi Yahudi untuk majalah Time, yang menurut data tahun 1981 setiap minggunya beroplah 4,5 juta eksemplar ini, disalurkan lewat pemiliknya, John Mair serta puluhan warga Yahudi yang disebarkan di setiap biro dan seksi. Tidak ketinggalan, Robert Murdoch pun mengembangkan sayapnya ke Amerika lewat pemilikan The New York Post serta majalah Star dan New York Magazine. 17) Perhatian Yahudi pun diarahkan pada surat kabar bisnis dan ekonomi, misalnya lewat penyimpanan saham di Business Week, majalah yang mempengaruhi para pengusaha dan pakar-pakar moneter dunia. Di Chicago, Yahudi berhasil menguasai harian terkenal Chicago Sun Times yang menurut data tahun 1981 mencapai oplah lebih dari 670 ribu eksemplar, dan di Arizona mereka berhasil menguasai Arizona News.19). Di bidang sains, Zionis berhasil menguasai majalah i1miah National Geographic 20) yang menurut data tahun 1981 mencapai oplah 11 juta eksemplar. 3. Di Perancis Imigran Yahudi di Perancis yang tidak lebih dari 700 ribu jiwa berhasil menanamkan pengaruh Zionis pada sebagian besar aktivitas politik dan ekonomi Perancis, terutama melalui media massa yang mereka kuasai. Novocayer dan "Buku-Buku Baru" adalah majalah Perancis terkenal yang dimiliki warga Yahudi berkebangsaan Inggris, James Gold Smith. Majalah The Express pun mereka gunakan untuk sarana propaganda menentang presiden terdahulu, Valery Giscard Destan. Salah satu nomor terbitannya sempat menggegerkan pentas politik dunia ketika cover majalah tersebut memajang gambar Presiden Destan dalam mimik muka yang gembur dan mengekspresikan kelemahan sekaligus kepikunan. Sedangkan di hadapannya berdiri Francois Mitterrand yang digambarkan dalam profil yang penuh vitalitas. llustrasi tersebut dimaksudkan untuk menggeser kedudukan Destan karena Perancis memerlukan pemimpin yang penuh vitalitas seperti Mitterrand. Lebih jelas lagi, pengaruh Zionis terhadap media massa Perancis dapat kita lihat pada surat kabar Luvigaro dan Le Cutidia.21)
10
Dominasi Yahudi tidak hanya terbatas pada surat kabar politik, tetapi juga merambah harian dan mingguan sosial, ekonomi, dan seni. Majalah "Keluarga Buruh"22) adalah salah satu contoh yang memuat sudut pandang Yahudi dalam masalah ketenagakerjaan. Surat kabar Franck Sewar pun telah terbuka untuk ide-ide Zionis,23) terutama dalam hal aktivitas politik Perancis pada masa sepuluh tahun sebelum Perang Dunia II. Media massa lain yang dikelola oleh Yahudi adalah harian "Bangsa" yang dimiliki Lion Blum24) dan harian "Mesa" dengan supervisor warga Yahudi, Durkrills. "Mass" adalah harian yang paling antusias dan simpatisan Zionis. Dalam harian tersebut, warga Yahudi diberi kebebasan mengungkapkan idenya dan meneriakkan keinginan untuk menerbitkan harian khusus bangsa Yahudi. Sebuah artikel tulisan Max Nordaw yang dimuat dalam salah satu nomor terbitannya mengatakan: "Kami bukan bangsa Jerman, Inggris, atau Perancis. Identitas kami jelas dan popular, yaitu bangsa Yahudi. Keyakinan mereka yang Masehi berbeda dengan keyakinan kami. Kami bangsa yang mandiri. Hertzl telah lama menjelaskannya kepada mereka. Untuk kami, kami keberatan jika mesti menyelam dalam cangkir kecil mereka .... " Klimaks pengaruh Yahudi tercapai ketika mereka berhasil mempengaruhi pemerintah agar membreidel harian tandingan milik Bellow Bouax sekaligus memenjarakan peniiliknya dengan alasan harian tersebut, pada 12 Desember 1939, telah memuat artikel anti-Yahudi. Dalam perkembangannya, Yahudi semakin memperketat kontrol dan dominasinya atas media cetak dunia agar dengan mudah mereka memuat program memasyarakatkan dekadensi moral, prostitusi, dan kebobrokan lainnya. Hal yang penting lagi, mereka memperalat media massa sebagai pengarah politik untuk mengejar target keji mereka sehingga informasi-informasi yang berhubungan dengan Islam dapat mereka sumbat. Kenyataan sekarang menunjukkan bahwa masyarakat dunia telah kecanduan menerima media massa yang disebarkan Yahudi yang mengeksploitasi artis-artis Hollywood. Sementara, jika disodori berita-berita yang menyangkut Islam, media massa tersebut akan bungkam dan pura-pura tidak tahu walaupun ratusan, bahkan ribuan, kaum muslimin tengah dibantai.25) Contoh aktual adalah menyangkut tragedi di Palestine dan Lebanon. Walaupun umat Islam di Palestine siang malam dikejar dan dibantai atau masyarakat pendudukan Israel di Lebanon, Palestina, Dataran Tinggi Golan, Tepi Barat Sungai Yordan, serta Gurun Sinai tengah dianiaya, kita tidak akan melihat berita tersebut menjadi berita utama; yang ada hanya catatan kecil di kotak kolom pinggiran.26)
Sementara itu, di Palestina sendiri, orang-orang yang pantas disebut gembong teroris, seperti Begin, Rabin, dan Shamir, walaupun terlibat dalam berbagai kasus kriminal, beritanya tidak pernah dimuat dalam media massa dunia, bahkan dalam media massa Islam sendiri. Padahal, masyarakat muslim Philipina tengah berjuang melawan Salibisme. Di India, warga Hindu membangkitkan kembali gerakan anti-Islam sehingga kaum muslim dibunuh dan mayatnya dilemparkan ke kandang babi serta masjid Babri yang dibangun pada abad VIII dihancurkan. Masih di India, ribuan kaum muslimin Asam tidak luput dari pembantaian karena dianggap menghambat kekhusyukan penyembahan mereka terhadap sapi, kayu, dan batu. Muslimin Uganda pun merasakan kebengisan teroris-teroris Nasrani internasional yang menodai para wanita serta menelantarkan orang tua dan anak-anak sehingga mereka mati kelaparan. Di Bosnia- Herzegovina (saat buku ini diterjemahkan, pent.), lewat siaran berbahasa Indonesia pada pukul 17.45 dari radio Jerman Deutch Welle, kami mendengar sebanyak 30 sampai 50 ribu wanita Bosnia, mulai dari anak-anak usia 7 tahun hingga wanita usia 80 tahun, telah dinodai oleh tentara Serbia. Cara seperti itu mereka lakukan dengan alasan untuk mengubah susunan demografi di negara bekas kekuasaan Tito itu. Setelah muslimah-muslimah itu mengandung mereka menebak jenis kelamin bayi yang akan lahir. Untuk membuktikan tebakannya, dengan sangat biadab, mereka membelah perut sang ibu. Jika tebakan mereka
11
tepat, kepala sang bayi langsung dipenggal, jika salah, kepala bayi dan ibunya dicincang. Di Thailand, Myanmar, Pattani, Eritria, Ethiopia, Cyprus, Kashmir, Chad, Madagaskar, Nigeria, Sinegal, dan lain-lainnya, jiwa kaum muslimin sudah tidak ada harganya lagi. Tragisnya, berita-berita tentang mereka, belum dianggap layak dimuat oleh media massa internasional. Dalam program kerjanya, para pemimpin Zionis mengatakan: "Media massa pemerintah merupakan potensi yang harus kita kuasai untuk mempengaruhi opini publik. Karena para pemimpin tidak mampu memanfaatkannya, potensi tersebut jatuh ke tangan kita. Melalui media massa kita akan terus menanamkan pengaruh tanpa kita harus terjun langsung ....
9
Di samping itu, Yahudi pun total menguasai surat kabar The Daily News, The New York Post yang menurut data tahun 1981 beroplah sekitar 740 ribu eksemplar, dan Sun Time milik William Hersett yang beristrikan Marion Devis, wanita Yahudi. Selain surat kabar, Yahudi pun menguasai Good House Keeping, majalah keluarga paling populer di Amerika. Dalam bidang seni, majalah seni dan film Vanity Fairpun tidak luput dari jangkauan Zionis. Majalah tersebut pernah memuat tanda tangan dan pernyataan 171 insan film yang mendukung kampanye calon-calon anggota kongres Amerika simpatisan Yahudi lewat bantuan material dan spiritual. Pernyataan berbentuk iklan sehalaman penuh itu berisi: "Dukungan terhadap calon-calon yang mempercayai Israel bukan untuk kepentingan Israel belaka, melainkan juga demi kepentingan bangsa dan warga negara Amerika." "Cara paling baik untuk melindungi kepentingan Amerika di Timur Tengah 16) cukup dengan memilih 50 anggota kongres yang benar-benar yakin akan perlunya eksistensi dan kelanggengan Israel. " "Kepercayaan terhadap Israel akan memperkuat Amerika Serikat. " Untuk jenis media cetak mingguan, Time dan News Week merupakan majalah yang berpengaruh dan merajai pasaran informasi Amerika, bahkan dunia. News Week, yang menurut data tahun 1981 beroplah 3 juta eksemplar, mulai terbit tahun 1933 dan dominasi Yahudi baru mulai tahun 1937. Dominasi Yahudi untuk majalah Time, yang menurut data tahun 1981 setiap minggunya beroplah 4,5 juta eksemplar ini, disalurkan lewat pemiliknya, John Mair serta puluhan warga Yahudi yang disebarkan di setiap biro dan seksi. Tidak ketinggalan, Robert Murdoch pun mengembangkan sayapnya ke Amerika lewat pemilikan The New York Post serta majalah Star dan New York Magazine. 17) Perhatian Yahudi pun diarahkan pada surat kabar bisnis dan ekonomi, misalnya lewat penyimpanan saham di Business Week, majalah yang mempengaruhi para pengusaha dan pakar-pakar moneter dunia. Di Chicago, Yahudi berhasil menguasai harian terkenal Chicago Sun Times yang menurut data tahun 1981 mencapai oplah lebih dari 670 ribu eksemplar, dan di Arizona mereka berhasil menguasai Arizona News.19). Di bidang sains, Zionis berhasil menguasai majalah i1miah National Geographic 20) yang menurut data tahun 1981 mencapai oplah 11 juta eksemplar. 3. Di Perancis Imigran Yahudi di Perancis yang tidak lebih dari 700 ribu jiwa berhasil menanamkan pengaruh Zionis pada sebagian besar aktivitas politik dan ekonomi Perancis, terutama melalui media massa yang mereka kuasai. Novocayer dan "Buku-Buku Baru" adalah majalah Perancis terkenal yang dimiliki warga Yahudi berkebangsaan Inggris, James Gold Smith. Majalah The Express pun mereka gunakan untuk sarana propaganda menentang presiden terdahulu, Valery Giscard Destan. Salah satu nomor terbitannya sempat menggegerkan pentas politik dunia ketika cover majalah tersebut memajang gambar Presiden Destan dalam mimik muka yang gembur dan mengekspresikan kelemahan sekaligus kepikunan. Sedangkan di hadapannya berdiri Francois Mitterrand yang digambarkan dalam profil yang penuh vitalitas. llustrasi tersebut dimaksudkan untuk menggeser kedudukan Destan karena Perancis memerlukan pemimpin yang penuh vitalitas seperti Mitterrand. Lebih jelas lagi, pengaruh Zionis terhadap media massa Perancis dapat kita lihat pada surat kabar Luvigaro dan Le Cutidia.21)
10
Dominasi Yahudi tidak hanya terbatas pada surat kabar politik, tetapi juga merambah harian dan mingguan sosial, ekonomi, dan seni. Majalah "Keluarga Buruh"22) adalah salah satu contoh yang memuat sudut pandang Yahudi dalam masalah ketenagakerjaan. Surat kabar Franck Sewar pun telah terbuka untuk ide-ide Zionis,23) terutama dalam hal aktivitas politik Perancis pada masa sepuluh tahun sebelum Perang Dunia II. Media massa lain yang dikelola oleh Yahudi adalah harian "Bangsa" yang dimiliki Lion Blum24) dan harian "Mesa" dengan supervisor warga Yahudi, Durkrills. "Mass" adalah harian yang paling antusias dan simpatisan Zionis. Dalam harian tersebut, warga Yahudi diberi kebebasan mengungkapkan idenya dan meneriakkan keinginan untuk menerbitkan harian khusus bangsa Yahudi. Sebuah artikel tulisan Max Nordaw yang dimuat dalam salah satu nomor terbitannya mengatakan: "Kami bukan bangsa Jerman, Inggris, atau Perancis. Identitas kami jelas dan popular, yaitu bangsa Yahudi. Keyakinan mereka yang Masehi berbeda dengan keyakinan kami. Kami bangsa yang mandiri. Hertzl telah lama menjelaskannya kepada mereka. Untuk kami, kami keberatan jika mesti menyelam dalam cangkir kecil mereka .... " Klimaks pengaruh Yahudi tercapai ketika mereka berhasil mempengaruhi pemerintah agar membreidel harian tandingan milik Bellow Bouax sekaligus memenjarakan peniiliknya dengan alasan harian tersebut, pada 12 Desember 1939, telah memuat artikel anti-Yahudi. Dalam perkembangannya, Yahudi semakin memperketat kontrol dan dominasinya atas media cetak dunia agar dengan mudah mereka memuat program memasyarakatkan dekadensi moral, prostitusi, dan kebobrokan lainnya. Hal yang penting lagi, mereka memperalat media massa sebagai pengarah politik untuk mengejar target keji mereka sehingga informasi-informasi yang berhubungan dengan Islam dapat mereka sumbat. Kenyataan sekarang menunjukkan bahwa masyarakat dunia telah kecanduan menerima media massa yang disebarkan Yahudi yang mengeksploitasi artis-artis Hollywood. Sementara, jika disodori berita-berita yang menyangkut Islam, media massa tersebut akan bungkam dan pura-pura tidak tahu walaupun ratusan, bahkan ribuan, kaum muslimin tengah dibantai.25) Contoh aktual adalah menyangkut tragedi di Palestine dan Lebanon. Walaupun umat Islam di Palestine siang malam dikejar dan dibantai atau masyarakat pendudukan Israel di Lebanon, Palestina, Dataran Tinggi Golan, Tepi Barat Sungai Yordan, serta Gurun Sinai tengah dianiaya, kita tidak akan melihat berita tersebut menjadi berita utama; yang ada hanya catatan kecil di kotak kolom pinggiran.26)
Sementara itu, di Palestina sendiri, orang-orang yang pantas disebut gembong teroris, seperti Begin, Rabin, dan Shamir, walaupun terlibat dalam berbagai kasus kriminal, beritanya tidak pernah dimuat dalam media massa dunia, bahkan dalam media massa Islam sendiri. Padahal, masyarakat muslim Philipina tengah berjuang melawan Salibisme. Di India, warga Hindu membangkitkan kembali gerakan anti-Islam sehingga kaum muslim dibunuh dan mayatnya dilemparkan ke kandang babi serta masjid Babri yang dibangun pada abad VIII dihancurkan. Masih di India, ribuan kaum muslimin Asam tidak luput dari pembantaian karena dianggap menghambat kekhusyukan penyembahan mereka terhadap sapi, kayu, dan batu. Muslimin Uganda pun merasakan kebengisan teroris-teroris Nasrani internasional yang menodai para wanita serta menelantarkan orang tua dan anak-anak sehingga mereka mati kelaparan. Di Bosnia- Herzegovina (saat buku ini diterjemahkan, pent.), lewat siaran berbahasa Indonesia pada pukul 17.45 dari radio Jerman Deutch Welle, kami mendengar sebanyak 30 sampai 50 ribu wanita Bosnia, mulai dari anak-anak usia 7 tahun hingga wanita usia 80 tahun, telah dinodai oleh tentara Serbia. Cara seperti itu mereka lakukan dengan alasan untuk mengubah susunan demografi di negara bekas kekuasaan Tito itu. Setelah muslimah-muslimah itu mengandung mereka menebak jenis kelamin bayi yang akan lahir. Untuk membuktikan tebakannya, dengan sangat biadab, mereka membelah perut sang ibu. Jika tebakan mereka
11
tepat, kepala sang bayi langsung dipenggal, jika salah, kepala bayi dan ibunya dicincang. Di Thailand, Myanmar, Pattani, Eritria, Ethiopia, Cyprus, Kashmir, Chad, Madagaskar, Nigeria, Sinegal, dan lain-lainnya, jiwa kaum muslimin sudah tidak ada harganya lagi. Tragisnya, berita-berita tentang mereka, belum dianggap layak dimuat oleh media massa internasional. Dalam program kerjanya, para pemimpin Zionis mengatakan: "Media massa pemerintah merupakan potensi yang harus kita kuasai untuk mempengaruhi opini publik. Karena para pemimpin tidak mampu memanfaatkannya, potensi tersebut jatuh ke tangan kita. Melalui media massa kita akan terus menanamkan pengaruh tanpa kita harus terjun langsung ....
ILUSI CERITA HOLOCHOUST
“If you tell a lie big enough and keep repeating it, people will eventually come to believe it.”Sebarkan berita kebohongan secara terus menerus, kemas dengan cara yang terbagus, niscaya ia akan menjadi kebenaran.
“Hai dunia, apakah kalian percaya akan adanya UFO? percayakah kalian dengan monster LOCHNES? masihkah kalian percaya kalau Neil Amsstrong orang Amerika pertama menginjakan kakinya di bulan?............Masikah percaya kalau Ossama yang meledakan WTC? dan bagaimana dengan HOLOCHOUST?, ”Tahukah kalian HOLOCHOUST adalah buktinya kepintaran orang-orang yahudi dalam membuat cerita ILUSI, bahkan sampai sekarang ini kita hampir mempercayai kalau SUPERMAN itu nyata. HOLOCOUST adalah propaganda yang sempurna untuk menarik keprihatinan dunia terhadap kaum Yahudi. Tahukah kalian kaum Yahudi adalah kaum nomaden yang bergentanyangan di berbagai penjuru bumi ini, kaum yang tak memiliki tanah apalagi sebuah bangsa, kaum yang telah mensia-siakan diri mereka sendiri,kaum yang telah membunuh para nabinya dan akhirnya Tuhanpun melaknatnya. Mereka tinggal di sekitar kita dengan menguasai perekonomian kita, memperdaya para pemimpin kita serta memecah persatuan kita, itulah yang telah mereka lakukan pada Jerman dan seluruh Negara di bumi ini.”
“ Ilusi HOLOCHOUST hanyalah harapan kaum Yahudi untuk mempunyai suatu sepetak tanah, akhirnya duniapun luluh dengan cerita Ilusi HOLOCHOUST, Rakyat Palestina yang merupakan jajahan Inggris di tendang dari tanah mereka,perlahan-lahan tapi pasti kaum Yahudi menempati rumah-rumah dan perkebunan rakyat Palestina. Inggris harus iktut bertanggung jawab atas terusirnya rakyat Palestina dari tanahnya karena mereka adalah sekutu kaum Yahudi.”
“ Mereka mengatakan Hitler akan menguasai dunia, tapi mereka salah besar dengan pikiran mereka sendiri, Hitler tak punya rencana untuk menyerang Amerika Latin, tak punya rencana menyerang ASIA, menguasai AFRIKA apalagi menguasai Dunia yang begitu luas ini. Hitler menyerang Perancis hanya untuk menegur bangsa itu untuk tidak memeras bangsa Jerman, untuk tidak menginjak-injak harga diri bangsa jerman. Hitler menyerang Rusia Karena benci terhadap Komunisme dan menyerang Inggris karena mereka sekutu besar Yahudi, kalau Amerika Serikat tidak terlalu jauh akan ku hancurkan juga bangsa itu karena pusat kekuatan kaum Yahudi berada disana, karena Amerika adalah sekutu abadi kaum Yahudi.”
“ Dari manakah dunia memperpercayai Ilusi HOLOCHOUST? Karena dunia kita ini terlalu banyak menonton film, terlalu banyak membaca buku-buku yang menghasut,terlalu percaya dengan cerita-cerita seram dari yang katanya korban HOLOCHOUST yang selamat. Dunia terlalu percaya dengan bukti-bukti korban yang di temukan di kuburan masal, Aku sendiri tak tahu dari mana mereka mengumpulkan mayat-mayat itu, tapi menurutku, mereka mengumpulkan dari mayat prajurit ataupun penduduk korban perang yang banyak berserakan pada saat itu, karena orang-orang tak sempat lagi menguburkannya. Kamp-kamp tawanan tentara, mereka/kaum yahudi ilusikan sebagai kamp kosentrasi pembunuhan, 3-5 juta orang yahudi telah di bantai oleh Hitler……Lucu….Lucu…..aku hanya tertawa mendengar jumlah yang fantastis itu, darimana aku bisa mengumpulkan orang yahudi sebanyak itu di Eropa, sedangkan orang Yahudi tidaklah lebih dari 1,5 juta orang di seluruh Eropa. Apakah Hitler telah menguasai Eropa? Belum.”
“Hai dunia, apakah kalian percaya akan adanya UFO? percayakah kalian dengan monster LOCHNES? masihkah kalian percaya kalau Neil Amsstrong orang Amerika pertama menginjakan kakinya di bulan?............Masikah percaya kalau Ossama yang meledakan WTC? dan bagaimana dengan HOLOCHOUST?, ”Tahukah kalian HOLOCHOUST adalah buktinya kepintaran orang-orang yahudi dalam membuat cerita ILUSI, bahkan sampai sekarang ini kita hampir mempercayai kalau SUPERMAN itu nyata. HOLOCOUST adalah propaganda yang sempurna untuk menarik keprihatinan dunia terhadap kaum Yahudi. Tahukah kalian kaum Yahudi adalah kaum nomaden yang bergentanyangan di berbagai penjuru bumi ini, kaum yang tak memiliki tanah apalagi sebuah bangsa, kaum yang telah mensia-siakan diri mereka sendiri,kaum yang telah membunuh para nabinya dan akhirnya Tuhanpun melaknatnya. Mereka tinggal di sekitar kita dengan menguasai perekonomian kita, memperdaya para pemimpin kita serta memecah persatuan kita, itulah yang telah mereka lakukan pada Jerman dan seluruh Negara di bumi ini.”
“ Ilusi HOLOCHOUST hanyalah harapan kaum Yahudi untuk mempunyai suatu sepetak tanah, akhirnya duniapun luluh dengan cerita Ilusi HOLOCHOUST, Rakyat Palestina yang merupakan jajahan Inggris di tendang dari tanah mereka,perlahan-lahan tapi pasti kaum Yahudi menempati rumah-rumah dan perkebunan rakyat Palestina. Inggris harus iktut bertanggung jawab atas terusirnya rakyat Palestina dari tanahnya karena mereka adalah sekutu kaum Yahudi.”
“ Mereka mengatakan Hitler akan menguasai dunia, tapi mereka salah besar dengan pikiran mereka sendiri, Hitler tak punya rencana untuk menyerang Amerika Latin, tak punya rencana menyerang ASIA, menguasai AFRIKA apalagi menguasai Dunia yang begitu luas ini. Hitler menyerang Perancis hanya untuk menegur bangsa itu untuk tidak memeras bangsa Jerman, untuk tidak menginjak-injak harga diri bangsa jerman. Hitler menyerang Rusia Karena benci terhadap Komunisme dan menyerang Inggris karena mereka sekutu besar Yahudi, kalau Amerika Serikat tidak terlalu jauh akan ku hancurkan juga bangsa itu karena pusat kekuatan kaum Yahudi berada disana, karena Amerika adalah sekutu abadi kaum Yahudi.”
“ Dari manakah dunia memperpercayai Ilusi HOLOCHOUST? Karena dunia kita ini terlalu banyak menonton film, terlalu banyak membaca buku-buku yang menghasut,terlalu percaya dengan cerita-cerita seram dari yang katanya korban HOLOCHOUST yang selamat. Dunia terlalu percaya dengan bukti-bukti korban yang di temukan di kuburan masal, Aku sendiri tak tahu dari mana mereka mengumpulkan mayat-mayat itu, tapi menurutku, mereka mengumpulkan dari mayat prajurit ataupun penduduk korban perang yang banyak berserakan pada saat itu, karena orang-orang tak sempat lagi menguburkannya. Kamp-kamp tawanan tentara, mereka/kaum yahudi ilusikan sebagai kamp kosentrasi pembunuhan, 3-5 juta orang yahudi telah di bantai oleh Hitler……Lucu….Lucu…..aku hanya tertawa mendengar jumlah yang fantastis itu, darimana aku bisa mengumpulkan orang yahudi sebanyak itu di Eropa, sedangkan orang Yahudi tidaklah lebih dari 1,5 juta orang di seluruh Eropa. Apakah Hitler telah menguasai Eropa? Belum.”
Langganan:
Postingan (Atom)