Pejabat yang juga anti-Zionis adalah Jenderal George Brown. Lewat siaran pers tahun 1974, Brown mengatakan: "Israel tidak lebih dari bocah Amerika yang kolokan. Setelah menguasai negara, bank, dan media massa, mereka menjadi beban militer Amerika." Karena aparat
30
politik Amerika tetap berada dalam genggaman Yahudi, tahun 1975, Jenderal Brown kembali mengatakan: "Sebagai warga negara Amerika, kami merasa begitu diremehkan. Ketika kepada delegasi Israel pada perundingan dengan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat kami mengatakan bahwa Dewan Kongres tidak mungkin akan menyetujui tuntutan-tuntutan mereka, mereka mengatakan, 'Serahkan urusan kongres itu kepada kami, kami akan dapat mengaturnya.' Setelah itu barulah kami paham bahwa mereka memang lebih tahu karena memang mereka memiliki tombol yang menghubungkan mereka dengan bank dan media massa. Bisa kita bayangkan, bagaimana harta kekayaan warga Yahudi? Seruan tersebut mengundang berbagai provokasi Zionis; bahkan seorang rabi tertinggi Yahudi di New York mengatakan bahwa akhir hidup Brown tidak akan jauh berbeda dengan pendahulu-pendahulunya. Tragisnya, provokasi Zionis itu didukung 116) oleh Presiden Gerald Ford. 117). Spiro Agnew, wakil presiden Richard Nixon, termasuk salah seorang pejabat Amerika yang anti-Yahudi. Dalam wawancara dengan wartawan Washington Star atas kefrustasian politik Amerika Serikat di Timur Tengah, Agnew mengatakan: "Separuh dari anggaran belanja Amerika Serikat telah habis untuk membantu Zionis Israel. Padahal, dana tersebut disediakan untuk proyek-proyek memperbaiki perekonomian rakyat Amerika. " Agnew pun menegaskan bahwa berkembangnya kapitalis-kapitalis Yahudi di Amerika Serikat berkat pengorbanan rakyat Amerika. Reaksi Zionis atas aksi itu adalah tersebarnya propaganda-propaganda kontra-Agnew melalui berbagai media informasi. Harian Barbara Walter mengatakan bahwa Agnew adalah musuh bangsa Semit. Tudingan yang menyebabkan dia meninggalkan pentas politik Amerika Serikat118) adalah fitnah bahwa dia telah menghindar dari kewajiban pajak. Gambaran itu memperjelas peran media massa Yahudi sebagai mata pedang yang siap menebas batang leher warga Amerika. Dengan kekuatan itu, Yahudi leluasa melancarkan programnya. Tidak ada yang berani mengungkapkan skandal-skandal Yahudi. Kalau pun ada, mereka akan dicap sebagai anti-Semit atau pro-Nazi; bahkan dapat juga di-PHK-kan jika dia seorang pejabat atau dibangkrutkan jika dia seorang pengusaha. Sekarang, yang ada hanyalah warga Amerika yang tidak dapat melihat dunia kecuali melalui media massa Yahudi dan kaum birokrat, mulai dari presiden hingga anggota kongres, yang telah kecanduan morfin Yahudi. Dalam pemilihan presiden, kepala negara bagian, atau anggota kongres, hingga wali kota atau anggota suatu organisasi, yang berlomba menjaring suara Yahudi. Jika ada kandidat yang menang, segeralah Yahudi mengklaim bahwa kemenangan itu berkat dukungannya. Begitulah cara kerja Yahudi yang selalu mendominasi Amerika.119) Bahkan, melalui buletin ElQabala 120) yang diedarkan di kalangan Zionis sendiri, Yahudi ber-komentar:
"Saudara-saudara, kita tidak lagi takut kepada siapa pun. Setelah hari ini, tidak seorang pun yang berani menggugat kedudukan kita. Jika orang-orang bodoh itu hendak menghadang kita, kita akan menghantamnya dengan media massa kita. Kita akan mengecapnya sebagai Nazi, anti-Semit, atau rasialis hingga mereka terasing dari masyarakat. Mereka akan mengasingkan diri sambil menunggu ajal. Setelah itu semua, salahkah jika kita berbangga hati? Kita telah berhasil menguasai media massa internasional, mengompas kultus bangsa-
31
bangsa serta menguasai industri- industri perfilman, radio, media penerangan, dan media massa. 121) Percayalah, kita akan mampu mengendalikan dunia. Penduduk dunia akan bertepuk tangan untuk orang-orang yang kita banggakan. Masyarakat akan menghina orang-orang yang kita lecehkan, dan masyarakat tidak akan berpikir selain apa yang tengah kita pikirkan."*
Tampilkan postingan dengan label Lobi Yahudi di Amerika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lobi Yahudi di Amerika. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 28 Agustus 2010
Lobi Yahudi di Amerika
Serikat Dalam buku yang berjudul "Cerita Bangsaku", Aba Eban, mantan Menteri Luar Negeri Israel, merinci pengaruh Yahudi di Amerika Serikat: "Sepanjang sejarah Yahudi, belum pernah terjadi kasus dominasi sebesar yang kita lihat sekarang ini di Amerika Serikat. Penyebab hal itu adalah luasnya pengaruh mereka melebihi jumlah warga yang hanya 3% dari jumlah semua penduduk di sana."
Dr. Valery Emilianof pernah mengadakan penyelidikan berkaitan dengan pengaruh eksistensi Yahudi pada masa pemerintahan Carter. Hasil penyelidikan itu mengatakan bahwa istri Menteri luar Negeri AS, Cyrus Vance, adalah seorang Yahudi; Menteri Keuangan, Michael Blumintal, seperti halnya Henry Kissinger, juga seorang Yahudi; istri penasihat presiden bidang keamanan nasional yang terkenal dengan ungkapan Bye ... bye ... PLO-nya, Zeniffo
20
Brigenski, juga seorang Yahudi; istri Menteri Pendidikan dan Kesehatan, Joseph Calvano, juga seorang Yahudi; ibu dan istri Menteri Pertahanan, Harold Brown juga seorang Yahudi; dan istri penasihat Presiden, James Schellinger, pun seorang Yahudi.52). Yahudi pun menguasai sebagian besar sistem perekonomian,53) sektor pendidikan dasar dan tinggi, serta organisasi buruh dan tenaga profesional. Lebih lagi, sebanyak 80% anak-anak Yahudi telah berhasil menikmati bangku pendidikan perguruan tinggi. Jumlah organisasi Zionis di Amerika telah mencapai sekitar 340 buah dan setiap warga Yahudi diwajibkan menjadi anggota salah satu dari organisasi itu. Melalui organisasi tersebut, kita dapat menyaksikan persatuan yang sangat erat sehingga akan tampak Yahudi miskin yang duduk bersebelahan dengan Yahudi miliuner. Jelasnya, mereka betul-betul bekerjasama dalam hal kebatilan.54) Titik kulminasi dominasi Yahudi di Amerika Serikat terjadi ketika mereka berhasil mengantarkan Franklin Roosevelt ke jenjang kursi kepresidenan di Gedung Putih.55) Warga Yahudi Amerika Serikat itu membentuk komite khusus yang bertanggung jawab melobi anggota kongres Amerika Serikat dengan nama Lembaga Amerika-Israel Bidang Kerakyatan. Tahun 1975, ketua komite tersebut mengungkapkan bahwa dalam upaya merealisasikan kepentingan Israel, timnya belum pernah mengalami hambatan berarti dari anggota kongres. Organisasi "Seruan Yahudi Bersatu" yang didirikan pada tahun 1939 merupakan kelompok lobi Zionis yang paling berpengaruh, lebih lagi ketika organisasi tersebut berhasil mengumpulkan dana sebesar 828 juta dolar AS untuk disumbangkan kepada pemerintahan Zionis menjelang perang tahun 1973. Kelompok Zionis "Anak-anak Perjanjian" yang didirikan pada 13 Oktober 1943 di New York merupakan kelompok tertua dan terkuat. Melalui kepemimpinan Jack Sapters dan sistem organisasi yang cermat dan penuh trik rahasia, kelompok tersebut mengembangkan cabangnya ke seluruh penjuru Amerika dan Eropa, hingga setengah juta kaum Yahudi berkumpul dalam organisasi tersebut. Di Los Angeles pun berdiri Mel Marmelshtein yang mulai terkenal ketika tahun 1981 menggugat Lembaga Penelitian Sejarah Amerika Serikat karena lembaga tersebut berhasil membuktikan ketidaksahan tuduhan Zionis terhadap Hitler dalam peristiwa pembantaian atas 6 juta orang warga Yahudi. Di Chicago, tempat bersarangnya para penjahat, terdapat organisasi yang bertujuan memberantas penentang Yahudi dan memiliki dinas spionase yang tersebar di seluruh instansi, baik instansi resmi maupun swasta. Tugas mereka adalah mengawasi seluruh aktivitas lawan melalui berbagai sarana agar setiap kandidat Yahudi memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan umum.
Dalam pentas politik Amerika Serikat, organisasi-organisasi tersebut memiliki peran besar. Di Amerika, pemilihan anggota kongres dan presiden melibatkan Partai Republikan dan Partai Demokrasi. Dalam menghadapi pemilihan tersebut, berbagai organisasi Yahudi mengadakan negosiasi politik dengan pemimpin-pemimpin partai. Dengan modal berbagai media massa sebagai sarana kampanye dan tawaran bantuan dana, Yahudi mengupayakan agar hasil negosiasi itu menghasilkan dukungan partai terhadap problematika mereka. Selain dana dan dukungan media massa, mereka pun menawarkan tambahan suara pemilih dari sekitar 6 juta warga Yahudi Amerika Serikat. Jika tawaran mereka diterima, dengan gencar mereka mulai mengampanyekan kandidatnya melalui berbagai janji kepada bangsa Amerika untuk menambah suara pendukung, mereka tidak segan-segan turun langsung ke jalan-jalan. Jelaslah, mengapa presiden-presiden Amerika selalu mengarahkan kebijaksanaannya pada kepentingan Yahudi.57) Dalam praktik pemerintahannya, setiap presiden Amerika selalu berkonsultasi dengan Dewan Senat. Maka tidak mengherankan jika organisasi-organisasi Yahudi berusaha meraih posisi mayoritas dalam keanggotaan Dewan Senat atau menyuap anggota dewan terpilih.58) Agar anggota dewan tetap konsisten pada janjinya, organisasi-
21
organisasi Yahudi memata-matai kehidupan pribadi dan berbagai skandal mereka. Skandal pribadi yang berhasil dikumpulkan, mereka jadikan bahan untuk mengancam anggota dewan yang mulai menunjukkan ketidaksetiaan. Jika anggota dewan tidak mengindahkan ancaman mereka, Yahudi mempublikasikannya melalui berbagai media massa. Akibatnya, karir politik anggota dewan yang "membandel" itu akan hancur. Dalam sepak terjangnya, Yahudi tidak meliwatkan keberadaan lembaga-lembaga pendidikan. Di Universitas Harvard yang didirikan tahun 1636, bahasa Ibrani menjadi salah satu mata kuliah dan dosen-dosennya disyaratkan mampu menerjemahkan Perjanjian Lama dari bahasa Ibrani ke bahasa Inggris. Selain itu, Universitas Kings yang kemudian berubah menjadi Universitas Columbia, mengharuskan guru-guru besarnya mahir berbahasa Ibrani. Terlebih lagi, rektor pertama universitas tersebut, Samuel Johnson, adalah warga Yahudi. Di Universitas Pal, pada masa rektor Izra Scheiz (1773), bahasa Ibrani merupakan mata kuliah wajib. Selain itu, di Amerika Serikat pun terdapat 15 buah kota kecil yang menggunakan nama Shuhyun, empat kota lain menggunakan nama Eurshleem, clan sekitar 27 buah desa menggunakan nama Salem. Di Alabama terdapat kota yang bernama Areeha, di Arizona terdapat kota Eden, di Idaho terdapat Sameerah, di Ohio terdapat kota Sodom, di Connecticut terdapat kota Kan'an Baru. Nama-nama tersebut mereka ambil dari Taurat versi mereka. Ketika tahun 1917 Amerika Serikat terlibat dalam Perang Dunia I, Presiden Wilson59) membentuk Majelis Tinggi Bidang Peperangan yang di dalamnya tercantum nama miliuner Yahudi Bernard Baroch sebagai pemilik keputusan pertama. Lewat sarannya kepada Wilson, Baroch adalah orang yang bertanggung jawab pada keterlibatan Amerika dalam PD I. Karena itu, dia diserahi wewenang mengalkulasi kerugian Amedka Serikat yang harus dibayar oleh Jerman dan sekutunya. Baroch pun termasuk Yahudi yang berhak mengikuti pertemuan tertutup para perdana menteri di Versay, Perancis. Ketika Warren Harding diangkat menjadi presiden (1922), Amerika Serikat menandatangani komunike yang dikeluarkan oleh Dewan Kongres Amerika Serikat dan Dewan Senat. Isi komunike tersebut adalah dukungan pendirian negara nasional Yahudi di Palestina. Lewat gambaran di atas dapat dikatakan bahwa pengaruh Yahudi di Amerika Serikat sudah sedemikian besar. Mereka sangat piawai melakukan berbagai lobi pada posisi sangat vital, seperti di Gedung Putih, Dewan Senat, Pentagon, dan instansi-instansi pemerintah Amerika Serikat 61). Dengan demikian, Amerika Serikat memiliki dua bentuk pemerintahan sekaligus, yaitu pemerintahan boneka yang terdiri atas presiden, wakil presiden, dan Dewan Kongres; serta pemerintahan Yahudi yang mendalangi pemerintahan boneka. Itulah yang menyebabkan mengapa bantuan materi, militer, dan dukungan moral Amerika mengalir ke Israel. Karena itu, dengan leluasa Israel mencaplok Palestina, menganiaya kaum muslimin, dan menyebarkan konsep sesatnya.
Dr. Valery Emilianof pernah mengadakan penyelidikan berkaitan dengan pengaruh eksistensi Yahudi pada masa pemerintahan Carter. Hasil penyelidikan itu mengatakan bahwa istri Menteri luar Negeri AS, Cyrus Vance, adalah seorang Yahudi; Menteri Keuangan, Michael Blumintal, seperti halnya Henry Kissinger, juga seorang Yahudi; istri penasihat presiden bidang keamanan nasional yang terkenal dengan ungkapan Bye ... bye ... PLO-nya, Zeniffo
20
Brigenski, juga seorang Yahudi; istri Menteri Pendidikan dan Kesehatan, Joseph Calvano, juga seorang Yahudi; ibu dan istri Menteri Pertahanan, Harold Brown juga seorang Yahudi; dan istri penasihat Presiden, James Schellinger, pun seorang Yahudi.52). Yahudi pun menguasai sebagian besar sistem perekonomian,53) sektor pendidikan dasar dan tinggi, serta organisasi buruh dan tenaga profesional. Lebih lagi, sebanyak 80% anak-anak Yahudi telah berhasil menikmati bangku pendidikan perguruan tinggi. Jumlah organisasi Zionis di Amerika telah mencapai sekitar 340 buah dan setiap warga Yahudi diwajibkan menjadi anggota salah satu dari organisasi itu. Melalui organisasi tersebut, kita dapat menyaksikan persatuan yang sangat erat sehingga akan tampak Yahudi miskin yang duduk bersebelahan dengan Yahudi miliuner. Jelasnya, mereka betul-betul bekerjasama dalam hal kebatilan.54) Titik kulminasi dominasi Yahudi di Amerika Serikat terjadi ketika mereka berhasil mengantarkan Franklin Roosevelt ke jenjang kursi kepresidenan di Gedung Putih.55) Warga Yahudi Amerika Serikat itu membentuk komite khusus yang bertanggung jawab melobi anggota kongres Amerika Serikat dengan nama Lembaga Amerika-Israel Bidang Kerakyatan. Tahun 1975, ketua komite tersebut mengungkapkan bahwa dalam upaya merealisasikan kepentingan Israel, timnya belum pernah mengalami hambatan berarti dari anggota kongres. Organisasi "Seruan Yahudi Bersatu" yang didirikan pada tahun 1939 merupakan kelompok lobi Zionis yang paling berpengaruh, lebih lagi ketika organisasi tersebut berhasil mengumpulkan dana sebesar 828 juta dolar AS untuk disumbangkan kepada pemerintahan Zionis menjelang perang tahun 1973. Kelompok Zionis "Anak-anak Perjanjian" yang didirikan pada 13 Oktober 1943 di New York merupakan kelompok tertua dan terkuat. Melalui kepemimpinan Jack Sapters dan sistem organisasi yang cermat dan penuh trik rahasia, kelompok tersebut mengembangkan cabangnya ke seluruh penjuru Amerika dan Eropa, hingga setengah juta kaum Yahudi berkumpul dalam organisasi tersebut. Di Los Angeles pun berdiri Mel Marmelshtein yang mulai terkenal ketika tahun 1981 menggugat Lembaga Penelitian Sejarah Amerika Serikat karena lembaga tersebut berhasil membuktikan ketidaksahan tuduhan Zionis terhadap Hitler dalam peristiwa pembantaian atas 6 juta orang warga Yahudi. Di Chicago, tempat bersarangnya para penjahat, terdapat organisasi yang bertujuan memberantas penentang Yahudi dan memiliki dinas spionase yang tersebar di seluruh instansi, baik instansi resmi maupun swasta. Tugas mereka adalah mengawasi seluruh aktivitas lawan melalui berbagai sarana agar setiap kandidat Yahudi memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan umum.
Dalam pentas politik Amerika Serikat, organisasi-organisasi tersebut memiliki peran besar. Di Amerika, pemilihan anggota kongres dan presiden melibatkan Partai Republikan dan Partai Demokrasi. Dalam menghadapi pemilihan tersebut, berbagai organisasi Yahudi mengadakan negosiasi politik dengan pemimpin-pemimpin partai. Dengan modal berbagai media massa sebagai sarana kampanye dan tawaran bantuan dana, Yahudi mengupayakan agar hasil negosiasi itu menghasilkan dukungan partai terhadap problematika mereka. Selain dana dan dukungan media massa, mereka pun menawarkan tambahan suara pemilih dari sekitar 6 juta warga Yahudi Amerika Serikat. Jika tawaran mereka diterima, dengan gencar mereka mulai mengampanyekan kandidatnya melalui berbagai janji kepada bangsa Amerika untuk menambah suara pendukung, mereka tidak segan-segan turun langsung ke jalan-jalan. Jelaslah, mengapa presiden-presiden Amerika selalu mengarahkan kebijaksanaannya pada kepentingan Yahudi.57) Dalam praktik pemerintahannya, setiap presiden Amerika selalu berkonsultasi dengan Dewan Senat. Maka tidak mengherankan jika organisasi-organisasi Yahudi berusaha meraih posisi mayoritas dalam keanggotaan Dewan Senat atau menyuap anggota dewan terpilih.58) Agar anggota dewan tetap konsisten pada janjinya, organisasi-
21
organisasi Yahudi memata-matai kehidupan pribadi dan berbagai skandal mereka. Skandal pribadi yang berhasil dikumpulkan, mereka jadikan bahan untuk mengancam anggota dewan yang mulai menunjukkan ketidaksetiaan. Jika anggota dewan tidak mengindahkan ancaman mereka, Yahudi mempublikasikannya melalui berbagai media massa. Akibatnya, karir politik anggota dewan yang "membandel" itu akan hancur. Dalam sepak terjangnya, Yahudi tidak meliwatkan keberadaan lembaga-lembaga pendidikan. Di Universitas Harvard yang didirikan tahun 1636, bahasa Ibrani menjadi salah satu mata kuliah dan dosen-dosennya disyaratkan mampu menerjemahkan Perjanjian Lama dari bahasa Ibrani ke bahasa Inggris. Selain itu, Universitas Kings yang kemudian berubah menjadi Universitas Columbia, mengharuskan guru-guru besarnya mahir berbahasa Ibrani. Terlebih lagi, rektor pertama universitas tersebut, Samuel Johnson, adalah warga Yahudi. Di Universitas Pal, pada masa rektor Izra Scheiz (1773), bahasa Ibrani merupakan mata kuliah wajib. Selain itu, di Amerika Serikat pun terdapat 15 buah kota kecil yang menggunakan nama Shuhyun, empat kota lain menggunakan nama Eurshleem, clan sekitar 27 buah desa menggunakan nama Salem. Di Alabama terdapat kota yang bernama Areeha, di Arizona terdapat kota Eden, di Idaho terdapat Sameerah, di Ohio terdapat kota Sodom, di Connecticut terdapat kota Kan'an Baru. Nama-nama tersebut mereka ambil dari Taurat versi mereka. Ketika tahun 1917 Amerika Serikat terlibat dalam Perang Dunia I, Presiden Wilson59) membentuk Majelis Tinggi Bidang Peperangan yang di dalamnya tercantum nama miliuner Yahudi Bernard Baroch sebagai pemilik keputusan pertama. Lewat sarannya kepada Wilson, Baroch adalah orang yang bertanggung jawab pada keterlibatan Amerika dalam PD I. Karena itu, dia diserahi wewenang mengalkulasi kerugian Amedka Serikat yang harus dibayar oleh Jerman dan sekutunya. Baroch pun termasuk Yahudi yang berhak mengikuti pertemuan tertutup para perdana menteri di Versay, Perancis. Ketika Warren Harding diangkat menjadi presiden (1922), Amerika Serikat menandatangani komunike yang dikeluarkan oleh Dewan Kongres Amerika Serikat dan Dewan Senat. Isi komunike tersebut adalah dukungan pendirian negara nasional Yahudi di Palestina. Lewat gambaran di atas dapat dikatakan bahwa pengaruh Yahudi di Amerika Serikat sudah sedemikian besar. Mereka sangat piawai melakukan berbagai lobi pada posisi sangat vital, seperti di Gedung Putih, Dewan Senat, Pentagon, dan instansi-instansi pemerintah Amerika Serikat 61). Dengan demikian, Amerika Serikat memiliki dua bentuk pemerintahan sekaligus, yaitu pemerintahan boneka yang terdiri atas presiden, wakil presiden, dan Dewan Kongres; serta pemerintahan Yahudi yang mendalangi pemerintahan boneka. Itulah yang menyebabkan mengapa bantuan materi, militer, dan dukungan moral Amerika mengalir ke Israel. Karena itu, dengan leluasa Israel mencaplok Palestina, menganiaya kaum muslimin, dan menyebarkan konsep sesatnya.
ILUSI CERITA HOLOCHOUST
“If you tell a lie big enough and keep repeating it, people will eventually come to believe it.”Sebarkan berita kebohongan secara terus menerus, kemas dengan cara yang terbagus, niscaya ia akan menjadi kebenaran.
“Hai dunia, apakah kalian percaya akan adanya UFO? percayakah kalian dengan monster LOCHNES? masihkah kalian percaya kalau Neil Amsstrong orang Amerika pertama menginjakan kakinya di bulan?............Masikah percaya kalau Ossama yang meledakan WTC? dan bagaimana dengan HOLOCHOUST?, ”Tahukah kalian HOLOCHOUST adalah buktinya kepintaran orang-orang yahudi dalam membuat cerita ILUSI, bahkan sampai sekarang ini kita hampir mempercayai kalau SUPERMAN itu nyata. HOLOCOUST adalah propaganda yang sempurna untuk menarik keprihatinan dunia terhadap kaum Yahudi. Tahukah kalian kaum Yahudi adalah kaum nomaden yang bergentanyangan di berbagai penjuru bumi ini, kaum yang tak memiliki tanah apalagi sebuah bangsa, kaum yang telah mensia-siakan diri mereka sendiri,kaum yang telah membunuh para nabinya dan akhirnya Tuhanpun melaknatnya. Mereka tinggal di sekitar kita dengan menguasai perekonomian kita, memperdaya para pemimpin kita serta memecah persatuan kita, itulah yang telah mereka lakukan pada Jerman dan seluruh Negara di bumi ini.”
“ Ilusi HOLOCHOUST hanyalah harapan kaum Yahudi untuk mempunyai suatu sepetak tanah, akhirnya duniapun luluh dengan cerita Ilusi HOLOCHOUST, Rakyat Palestina yang merupakan jajahan Inggris di tendang dari tanah mereka,perlahan-lahan tapi pasti kaum Yahudi menempati rumah-rumah dan perkebunan rakyat Palestina. Inggris harus iktut bertanggung jawab atas terusirnya rakyat Palestina dari tanahnya karena mereka adalah sekutu kaum Yahudi.”
“ Mereka mengatakan Hitler akan menguasai dunia, tapi mereka salah besar dengan pikiran mereka sendiri, Hitler tak punya rencana untuk menyerang Amerika Latin, tak punya rencana menyerang ASIA, menguasai AFRIKA apalagi menguasai Dunia yang begitu luas ini. Hitler menyerang Perancis hanya untuk menegur bangsa itu untuk tidak memeras bangsa Jerman, untuk tidak menginjak-injak harga diri bangsa jerman. Hitler menyerang Rusia Karena benci terhadap Komunisme dan menyerang Inggris karena mereka sekutu besar Yahudi, kalau Amerika Serikat tidak terlalu jauh akan ku hancurkan juga bangsa itu karena pusat kekuatan kaum Yahudi berada disana, karena Amerika adalah sekutu abadi kaum Yahudi.”
“ Dari manakah dunia memperpercayai Ilusi HOLOCHOUST? Karena dunia kita ini terlalu banyak menonton film, terlalu banyak membaca buku-buku yang menghasut,terlalu percaya dengan cerita-cerita seram dari yang katanya korban HOLOCHOUST yang selamat. Dunia terlalu percaya dengan bukti-bukti korban yang di temukan di kuburan masal, Aku sendiri tak tahu dari mana mereka mengumpulkan mayat-mayat itu, tapi menurutku, mereka mengumpulkan dari mayat prajurit ataupun penduduk korban perang yang banyak berserakan pada saat itu, karena orang-orang tak sempat lagi menguburkannya. Kamp-kamp tawanan tentara, mereka/kaum yahudi ilusikan sebagai kamp kosentrasi pembunuhan, 3-5 juta orang yahudi telah di bantai oleh Hitler……Lucu….Lucu…..aku hanya tertawa mendengar jumlah yang fantastis itu, darimana aku bisa mengumpulkan orang yahudi sebanyak itu di Eropa, sedangkan orang Yahudi tidaklah lebih dari 1,5 juta orang di seluruh Eropa. Apakah Hitler telah menguasai Eropa? Belum.”
“Hai dunia, apakah kalian percaya akan adanya UFO? percayakah kalian dengan monster LOCHNES? masihkah kalian percaya kalau Neil Amsstrong orang Amerika pertama menginjakan kakinya di bulan?............Masikah percaya kalau Ossama yang meledakan WTC? dan bagaimana dengan HOLOCHOUST?, ”Tahukah kalian HOLOCHOUST adalah buktinya kepintaran orang-orang yahudi dalam membuat cerita ILUSI, bahkan sampai sekarang ini kita hampir mempercayai kalau SUPERMAN itu nyata. HOLOCOUST adalah propaganda yang sempurna untuk menarik keprihatinan dunia terhadap kaum Yahudi. Tahukah kalian kaum Yahudi adalah kaum nomaden yang bergentanyangan di berbagai penjuru bumi ini, kaum yang tak memiliki tanah apalagi sebuah bangsa, kaum yang telah mensia-siakan diri mereka sendiri,kaum yang telah membunuh para nabinya dan akhirnya Tuhanpun melaknatnya. Mereka tinggal di sekitar kita dengan menguasai perekonomian kita, memperdaya para pemimpin kita serta memecah persatuan kita, itulah yang telah mereka lakukan pada Jerman dan seluruh Negara di bumi ini.”
“ Ilusi HOLOCHOUST hanyalah harapan kaum Yahudi untuk mempunyai suatu sepetak tanah, akhirnya duniapun luluh dengan cerita Ilusi HOLOCHOUST, Rakyat Palestina yang merupakan jajahan Inggris di tendang dari tanah mereka,perlahan-lahan tapi pasti kaum Yahudi menempati rumah-rumah dan perkebunan rakyat Palestina. Inggris harus iktut bertanggung jawab atas terusirnya rakyat Palestina dari tanahnya karena mereka adalah sekutu kaum Yahudi.”
“ Mereka mengatakan Hitler akan menguasai dunia, tapi mereka salah besar dengan pikiran mereka sendiri, Hitler tak punya rencana untuk menyerang Amerika Latin, tak punya rencana menyerang ASIA, menguasai AFRIKA apalagi menguasai Dunia yang begitu luas ini. Hitler menyerang Perancis hanya untuk menegur bangsa itu untuk tidak memeras bangsa Jerman, untuk tidak menginjak-injak harga diri bangsa jerman. Hitler menyerang Rusia Karena benci terhadap Komunisme dan menyerang Inggris karena mereka sekutu besar Yahudi, kalau Amerika Serikat tidak terlalu jauh akan ku hancurkan juga bangsa itu karena pusat kekuatan kaum Yahudi berada disana, karena Amerika adalah sekutu abadi kaum Yahudi.”
“ Dari manakah dunia memperpercayai Ilusi HOLOCHOUST? Karena dunia kita ini terlalu banyak menonton film, terlalu banyak membaca buku-buku yang menghasut,terlalu percaya dengan cerita-cerita seram dari yang katanya korban HOLOCHOUST yang selamat. Dunia terlalu percaya dengan bukti-bukti korban yang di temukan di kuburan masal, Aku sendiri tak tahu dari mana mereka mengumpulkan mayat-mayat itu, tapi menurutku, mereka mengumpulkan dari mayat prajurit ataupun penduduk korban perang yang banyak berserakan pada saat itu, karena orang-orang tak sempat lagi menguburkannya. Kamp-kamp tawanan tentara, mereka/kaum yahudi ilusikan sebagai kamp kosentrasi pembunuhan, 3-5 juta orang yahudi telah di bantai oleh Hitler……Lucu….Lucu…..aku hanya tertawa mendengar jumlah yang fantastis itu, darimana aku bisa mengumpulkan orang yahudi sebanyak itu di Eropa, sedangkan orang Yahudi tidaklah lebih dari 1,5 juta orang di seluruh Eropa. Apakah Hitler telah menguasai Eropa? Belum.”
Langganan:
Postingan (Atom)